
Ilustrasi perempuan setelah punya anak.(Unsplash.com/JonathanBorba)
JawaPos.com - Setiap menjalani fase kehidupan yang berbeda, akan ada orang yang meninggalkan atau kita sendiri yang menarik diri dari mereka. Tapi hal itu sangat wajar terjadi. Misalnya saat kehilangan kontak dengan teman setelah berkeluarga.
Megutip dari laman Marriage, sebagaimana pernikahan adalah babak kehidupan baru bagi setiap orang khususnya para perempuan, ia akan punya anak lalu mengurusnya dengan baik, belum lagi harus berbakti pada suami dalam segala hal.
Oleh karenanya, waktu ngopi, nongkrong, ngobrol, dan menghabiskan waktu dengan teman akan berkurang bahkan sudah tidak sempat lagi untuk itu. Sehingga ada beberapa hal yang harus dikorbankan.
Melansir dari laman Ge Editing pada (21/11), perempuan yang kehilangan kontak dengan temannya setelah punya anak, sering menunjukkan 7 perilaku halus ini :
1. Memprioritaskan waktu bersama keluarga
Pergeseran besar terjadi ketika perempuan mempunyai anak. Prioritas mereka sering berubah, dan waktu bersama keluarga menjadi hal yang terpenting. Ini bukanlah keputusan sadar untuk menjauhkan teman, tapi ingin menghabiskan setiap momen bersama bayi mereka yang baru lahir.
Tindakan menyeimbangkan antara keluarga dan teman bisa jadi rumit. Perempuan sering kali mendapati diri harus memilih antara kencan minum kopi bersama teman atau momen berharga bersama anak. Seringkali, anaklah yang menang.
2. Kurang spontan
Begitu anak lahir, spontanitas yang menentukan kehidupan sosial menjadi tidak penting lagi. Bukan tidak ingin bertemu dengan teman, hanya saja perlu rencana dan banyak perlengkapan yang harus dipersiapkan ketika membawa bayi keluar.
Itu hal yang tidak mudah dilakukan oleh para ibu, mungkin itu bisa dilakukan sewaktu ia single. Spontanitas sering kali tergantikan dengan perencanaan yang matang dan rutinitas berbeda ketika ada si kecil.
3. Mengubah topik pembicaraan
Seorang bayi membawa dunia pengalaman dan tantangan baru. Tiba-tiba, ada banyak sekali merek popok, jadwal tidur, dan kunjungan dokter anak untuk dinavigasi.
Akibatnya, topik pembicaraan sering kali berubah drastis. Perempuan yang pernah mengetahui tren mode terkini atau perdebatan politik mungkin tiba-tiba mendapati diri mereka hanya membicarakan tentang pencapaian anak atau hal baru tentang bayi.
Menurut sebuah penelitian, ibu baru cenderung lebih banyak membicarakan anaknya dibandingkan topik lainnya. Hal ini kadang-kadang dapat membuat teman-teman merasa terputus atau tersingkir, terutama jika mereka sendiri belum menjadi orang tua.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
