Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 November 2024 | 17.16 WIB

Si Raja Argumen! 6 Kepribadian Orang yang Tak Bisa Diam di Kolom Komentar Media Sosial

Ilustrasi orang yang sedang bermain sosial media. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang bermain sosial media. (Freepik)

JawaPos.Com - Media sosial, tempat yang awalnya diciptakan untuk saling terhubung dan berbagi cerita, kini sering kali menjadi arena pertarungan opini.

Di balik layar gadget, muncul sosok-sosok yang dikenal sebagai "pejuang keyboard" atau keyboard warriors.

Mereka adalah individu yang tidak pernah kehabisan energi untuk berdebat, membalas komentar, bahkan menciptakan konflik.

Dalam setiap unggahan viral atau isu sensitif, Anda hampir selalu bisa menemukan mereka hadir dengan argumen tajam atau pendapat kontroversial.

Tapi, siapa sebenarnya para pejuang keyboard ini? Apa yang memotivasi mereka untuk terus berargumen di dunia maya?

Dilansir dari Personal Branding Blog, inilah enam kepribadian dan ciri khas yang paling sering ditemukan pada orang-orang yang hobi berdebat di kolom komentar.

1. Mencari Perhatian dan Validasi

Di balik komentar provokatif yang dilontarkan, pejuang keyboard sering kali memiliki kebutuhan mendalam untuk diakui.

Dunia maya menjadi panggung utama mereka untuk mendapatkan perhatian, baik melalui "suka," tanggapan serius, maupun serangan balik.

Setiap reaksi yang diterima memberikan validasi bahwa suara mereka didengar, meskipun hal ini sering kali memicu perdebatan baru.

Banyak dari mereka mungkin merasa kurang mendapatkan perhatian di dunia nyata, sehingga media sosial menjadi tempat untuk bersinar, meskipun hanya sebentar.

Dengan mengetik komentar yang penuh opini, provokatif, atau kontroversial, mereka berharap menjadi pusat perhatian.

Misalnya, sebuah komentar yang berisi kritik tajam terhadap isu sensitif sering kali menarik banyak respons, yang semakin memuaskan kebutuhan mereka akan pengakuan.

Namun, kebutuhan ini memiliki sisi gelap. Keinginan terus-menerus untuk diperhatikan sering kali menyebabkan seseorang mengabaikan batas etika.

Mereka lebih fokus pada dampak komentar mereka daripada bagaimana hal itu memengaruhi orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore