
Ilustrasi anak dan orang tua (freepik)
JawaPos.com - Media sosial kini penuh dengan foto anak-anak dari pesta ulang tahun, hingga momen keseharian mereka. Meskipun banyak yang menganggap postingan ini menggemaskan, ada juga yang mempertanyakan alasan di balik kebiasaan tersebut.
Menurut psikolog, ada hubungan antara frekuensi membagikan foto anak di media sosial dan pola perilaku tertentu pada orang tua. Memahami perilaku ini dapat membantu orang tua merefleksikan motivasi mereka dan dampaknya terhadap privasi serta kesejahteraan anak.
Dilansir dari laman Global English Editing, Rabu (20/11), berikut adalah delapan perilaku yang biasanya dimiliki oleh orang tua yang sering memposting foto anak-anak mereka.
1. Mengatasi Ketidakpuasan melalui Oversharing
Orang tua yang sering membagikan foto anak mereka di media sosial mungkin secara tidak sadar sedang mengimbangi rasa tidak puas dalam hidupnya. Mereka merasa perlu menampilkan kehidupan keluarga yang sempurna untuk menutupi ketidaknyamanan pribadi atau keraguan terhadap kemampuan menjadi orang tua.
Namun, tindakan ini dapat berujung pada oversharing, yaitu membagikan informasi berlebihan tentang kehidupan anak mereka. Penting bagi orang tua untuk memahami batas antara berbagi cerita dan membocorkan detail pribadi yang tidak perlu.
2. Membentuk Rasa Kebersamaan
Bagi sebagian orang tua, posting foto anak di media sosial bukan hanya tentang diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menciptakan rasa kebersamaan. Dalam dunia digital yang luas, berbagi foto anak menjadi jembatan untuk menjalin hubungan dengan orang tua lain.
Kegiatan ini dapat membangun komunitas virtual yang saling mendukung dan berbagi pengalaman. Meskipun begitu, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara koneksi online dan privasi.
3. Mengejar Sensasi Dopamin
Setiap like, komentar, atau share di postingan media sosial memicu pelepasan dopamin, zat kimia otak yang menciptakan rasa senang. Orang tua yang merasa senang karena respons positif ini sering kali terdorong untuk memposting lebih banyak.
Namun, jika hal ini menjadi sumber utama validasi diri, maka masalah mendasar seperti kepercayaan diri yang rendah dapat muncul. Media sosial sebaiknya menjadi alat komunikasi, bukan tolak ukur nilai diri.
4. Mencatat Perjalanan Hidup Anak
Bagi sebagian orang tua, media sosial adalah buku kenangan digital untuk mendokumentasikan tumbuh kembang anak mereka. Setiap foto yang diunggah menjadi pengingat momen-momen berharga dalam perjalanan mereka sebagai keluarga.
Meskipun niat ini mulia, penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap privasi anak ketika mereka dewasa nanti.
5. Mencari Interaksi Dewasa
Mengasuh anak bisa menjadi peran yang menyita waktu hingga sulit untuk berinteraksi dengan orang dewasa. Media sosial memberikan ruang bagi orang tua untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan dari komunitas online.
Namun, orang tua juga perlu memastikan bahwa interaksi digital ini tidak menggantikan hubungan sosial di dunia nyata.
6. Menghubungkan Keluarga Jarak Jauh
Di era globalisasi, banyak keluarga yang tinggal berjauhan. Membagikan foto anak di media sosial sering kali menjadi cara praktis untuk tetap terhubung dengan keluarga besar.
Namun, orang tua harus tetap menggunakan pengaturan privasi agar hanya orang-orang terdekat yang dapat melihat foto tersebut.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
