Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 November 2024 | 17.04 WIB

Orang yang Hanya Mantau di Grup WA Biasanya Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang selalu aktif di WA grup. - Image

Ilustrasi orang yang selalu aktif di WA grup.

JawaPos.com – Dewasa ini, siapa yang tidak terhubung atau tergabung dalam grup WhatsApp? Bisa dikatakan, hampir semua orang yang menggunakan aplikasi tersebut, setidaknya pasti menjadi bagian dari satu atau dua obrolan grup.

Fasilitas ini dapat digunakan penggunanya untuk berbagai tujuan, seperti berbagi informasi penting, mengatur tugas, mengelola koordinasi antarkelompok, atau sekadar untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga dan teman. 

Namun, dalam obrolan ringan maupun serius, pernahkah Anda memperhatikan orang-orang tertentu yang cukup hanya memantau tanpa pernah ikut serta? Tidak peduli seberapa hidup atau menarik percakapan tersebut, mereka akan tetap diam.

Kebanyakan orang pasti akan menganggap mereka pemalu atau tidak tertarik dengan obrolan tersebut. Padahal, meskipun terkesan pasif atau tidak terlibat, mereka mungkin memiliki alasan yang penuh pertimbangan untuk tidak berpartisipasi aktif dalam percakapan.

Psikologi menunjukkan, bahwa orang-orang yang menghindari keikutsertaan dalam obrolan grup sering kali memiliki serangkaian ciri kepribadian yang mengejutkan, yang mengungkapkan lebih banyak dari yang terlihat.

Seperti dilansir dari laman Geediting pada Minggu (17/11), berikut adalah delapan ciri kepribadian yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang hanya menyimak tanpa berperan serta dalam obrolan grup.

  1. Introvert

Seorang introvert lebih suka melakukan aktivitas sendiri daripada harus bersosialisasi, mereka sering merasa kehabisan energi ketika berada dalam pengaturan kelompok, bahkan dalam dunia digital sekalipun.

Mereka cenderung lebih banyak mengamati daripada berpartisipasi, mereka hanya akan ikut serta dalam percakapan jika mereka merasa sangat tertarik dengan topik tertentu atau ketika mereka memiliki sesuatu yang bermakna untuk ditambahkan.

  1. Berpikir Berlebihan

Orang yang berpikir berlebihan sering kali membutuhkan waktu lama untuk menyusun balasan. Mereka terlalu memikirkan balasan yang akan dikirimkan, yang pada akhirnya membuat mereka tidak memberikan respons sama sekali, karena percakapan sudah bergerak maju sebelum mereka bisa menyelesaikan pemikirannya.

  1. Sangat sensitif

Individu dengan sensitivitas tinggi sering merasa kewalahan dengan kecepatan percakapan online dan notifikasi yang datang terus-menerus. Menghindari keikutsertaan tersebut adalah mekanisme koping dalam menghadapi sensitivitas yang tinggi.

  1. Observatif

Beberapa orang lebih tertarik untuk mengamati dan mendengarkan daripada berbicara. Mereka akan meluangkan waktu untuk memahami percakapan, mempelajari dinamika kelompok, dan membentuk pandangan mereka sendiri tanpa terburu-buru ikut serta dalam setiap diskusi.

Mereka sudah mendapatkan kepuasan dari mengamati dan belajar. Sehingga, mereka mungkin hanya memilih untuk berbicara ketika mereka memiliki sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

  1. Empatik

Orang yang empatik sangat peka terhadap perasaan orang lain, dan hal inilah yang membuat mereka cenderung untuk tetap diam. Mereka diam-diam membaca serta menyerap perasaan yang terkandung dalam pesan-pesan, dan mungkin akan menghubungi seseorang secara pribadi untuk memberikan dukungan tanpa terlibat dalam percakapan publik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore