
Ilustrasi keluar grup diam-diam (Freepik)
JawaPos.com - Di era modern kini orang tak perlu sibuk-sibuk bertemu untuk melakukan percakapan. Mereka hanya tinggal membuat WA Grup di WhatsApp untuk melakukan sebuah obrolan kecil atau berdiskusi tentang sesuatu.
Namun, ada banyak hal yang membuat orang terkadang tak nyaman dengan obrolan di WA Grup. Baik itu obrolan yang tidak penting, menindas atau bahkan yang lainnya. Sehingga orang yang berada di dalamnya ingin keluar secara diam-diam.
Semenjak fitur itu diluncurkan oleh WhatsApp, orang-orang pun sangat senang. Sebab dengan begitu orang yang ada di WA Grup tidak akan mengetahui jika kita sudah keluar dari grup tersebut.
JawaPos.com, Sabtu (16/11) telah merangkum beberapa ciri kepribadian orang yang keluar dari WA Grup secara diam-diam di laman The Guardian, simak apa saja itu:
1. Orang yang tidak suka konflik
Menghindari konflik WA Grup tampaknya idaman semua orang. Semenjak adanya rilis baru fitur 'left grup' tanpa orang tau adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Mengapa demikian?
Sebab bagi orang yany tidak suka konflik dan lebih baik menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari sebuah komunikasi WA Grup, seseorang lebih baik diam-dian keluar dari WA Grup jika di rasa grup tersebut tidak penting.
2. Tidak suka menyingung orang lain
Dari penelitian The Guardian banyak orang mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari WA grup, tetapi mereka takut akan menyinggung orang lain jika mereka keluar.
Pada dasarnya orang telah menegaskan keinginannya untuk hidup tanpa diserang oleh pesan-pesan yang tak henti-hentinya yang membutuhkan tanggapan segera.
Kekuatan represif tidak menghentikan orang mengekspresikan diri, tetapi justru memaksa mereka untuk mengekspresikan diri, sungguh melegakan jika orang tidak memiliki apa pun untuk dikatakan.
3. Introvert
Orang introvert biasanya sangat tidak menyukai obrolan yang tidak penting. Mereka akan menanggapi jika obrolan tersebut dirasa penting di WA Grup.
Jika dirasa WA Grup tersebut menurutnya hanya menguras tenaga dan maka dia akan akan keluar secara diam-diam dari WA Grup tersebut.
4. Tidak FOMO
WA Grup biasanya membicarakan hal-hal yang kekinian. Mereka yang ada digrup WA akan membanjiri percakapan dengan sesuatu yang update. Namun mereka yang tidak FOMO akan memilih untuk keluar dari WA Grup.
5. Sangat menjunjung tinggi privasi
Memberi tahu orang-orang ketika seseorang meninggalkan grup akan membahayakan privasi mereka. Sebab semua orang dapat melihat Anda meninggalkan grup.
Banyak orang tidak ingin keluar karena itu, karena mereka merasa hal itu menciptakan drama di sekitar mereka.
6. Bukan orang yang palsu
Mereka adalah orang-orang yang asli. Seperti halnya media sosial, WA Grup menciptkan orang-orang yang palsu pula. Ada dua kemungkinan dalam tulisan di WA Grup.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
