Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 November 2024 | 15.58 WIB

3 Alasan Banyak Orang Bertahan dengan Pasangan yang Memperlakukan Mereka dengan Buruk Berdasarkan Penjelasan Psikolog  

Ilustrasi toxic relationship. (Freepik) - Image

Ilustrasi toxic relationship. (Freepik)

JawaPos.com – Dalam hal asmara, cukup banyak orang yang terjebak dalam hubungan yang tidak baik dengan seseorang yang memperlakukan mereka dengan tidak selayaknya.

Meski terlihat mudah untuk meninggalkan pasangan yang berulang kali menyakiti, namun dalam praktiknya hal itu tidaklah mudah.

Dilansir dari Psychology Today, ada 3 alasan mengapa seseorang tetap bertahan dan terus kembali pada pasangan yang memperlakukan mereka dengan buruk.

  1. Kecanduan sensasi dopamin

Kasih sayang yang didapatkan oleh seseorang dari pasangannya menciptakan siklus di mana otak melepaskan dopamin.

Dopamin adalah zat kimia yang menciptakan perasaan bahagia, dan seperti kecanduan biasanya, otak mendambakan momen-momen menyenangkan yang membuat bahagia itu.

Bahkan ketika momen-momen tersebut sudah jarang terjadi dan diberikan secara tidak konsisten, sensasi dopamin menjebak seseorang dalam siklus keterikatan dan harapan.

Kuncinya adalah secara bertahap mengubah otak agar merasa dihargai oleh sumber kasih sayang yang konsisten dan sehat.

  1. Merasa tidak pantas mendapatkan yang lebih baik

Rendahnya harga diri menjadi faktor sangat besar dalam bertahan dengan seseorang yang memperlakukannya dengan buruk.

Bila seseorang merasa tidak berharga, secara tidak sadar mereka mencari hubungan yang mencerminkan perasaan tersebut.

Bahkan mungkin hal itu membuat mereka yakin bahwa mereka tidak akan menemukan seseorang yang lebih baik, atau tidak ada pasangan dan cinta yang lebih baik dan sempurna.

Memperbaiki harga diri dengan mengingat pencapaian diri dan kualitas positif dapat membantu membuat diri merasa lebih berharga dan menghindari kejadian buruk terus terjadi.

  1. Berharap Mereka Akan Berubah

Fantasi atas pasangan yang nantinya akan berubah, sering terjadi dalam hubungan yang didasarkan dengan janji. Sayangnya, orang jarang berubah seperti yang diinginkan orang lain, bahkan pasangannya sekalipun.

Bertahan dalam hubungan yang beracun karena harapan bahwa seseorang akan berubah sering kali menyebabkan lebih banyak rasa sakit dan kekecewaan.

Agar tidak terlalu berharap, ada baiknya mencatat seberapa sering pasangan menghormati dan memberikan perhatian yang seharusnya dilakukan seseorang yang penuh cinta.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore