
Ilustrasi seseorang dengan kepribadian dark empath yang berbahaya.
JawaPos.com – Istilah ‘dark empaths’ semakin banyak diperbincangkan di media sosial, terutama TikTok, dengan lebih dari 2,6 juta sebutan dan tagar #darkempathtok.
Video-video bertajuk seperti "Tipe Kepribadian Paling Berbahaya: Dark Empath" semakin membuat konsep ini populer. Namun, siapa sebenarnya dark empaths, dan mengapa mereka bisa begitu berbahaya?
Dalam artikel ini Jawa Pos akan mengulas kebenaran tentang kepribadian dark empaths yang mungkin tampak sensitif namun bisa sangat berbahaya, menurut perspektif psikologi.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (12/11), ini karena dark empaths sering kali menyembunyikan niat buruk mereka di balik perilaku yang tampak penuh perhatian.
Pada artikel ini juga, kami akan mengungkap bagaimana cara mengenali mereka dan melindungi diri dari manipulasi yang mereka lakukan.
Apa Itu Dark Empath?
Dark empaths adalah individu yang memiliki tingkat empati tinggi, namun juga dibarengi dengan sifat-sifat ‘gelap’ seperti narsisme, machiavellianisme, dan psikopati.
Menurut penelitian yang dipublikasikan pada 2021 di Personality and Individual Differences, dark empaths ini menggunakan empati mereka—terutama jenis empati kognitif, yang memungkinkan mereka memahami pikiran dan perasaan orang lain—untuk manipulasi, bukan untuk kebaikan.
Berbeda dengan empati afektif, yang membuat kita merasa benar-benar peduli dengan orang lain, empati kognitif hanya sekadar mengetahui apa yang dipikirkan orang lain tanpa niat peduli.
Inilah yang membuat dark empaths begitu licik, karena mereka dapat memprediksi tindakan Anda dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.
Ciri-ciri Dark Empath dalam Kehidupan Sehari-hari
Dark empaths sangat pandai menutupi niat mereka dengan sikap tampaknya peduli dan sensitif. Misalnya, seorang atasan yang menunjukkan perhatian dengan berbagi kisah pribadi, namun kemudian menggunakan informasi itu untuk mengeksploitasi atau mengendalikan karyawan.
Seperti yang dialami oleh Yasmin, seorang manajer acara, yang memiliki bos bernama Elaine. Pada awalnya, Elaine terlihat peduli dan membangun hubungan emosional dengan Yasmin. Namun, seiring berjalannya waktu, Elaine mulai menunjukkan tanda-tanda manipulasi.
Setelah Yasmin memercayainya, Elaine mulai memengaruhi keputusan hidup Yasmin untuk kepentingannya sendiri, menggoyahkan pilihannya, dan akhirnya menarik dukungannya ketika Yasmin tidak mengikuti arahannya.
Pengalaman ini menunjukkan bagaimana orang-orang dengan kepribadian dark empaths menggunakan informasi pribadi untuk memengaruhi keputusan orang lain demi keuntungan mereka sendiri.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
