Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 November 2024 | 02.10 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Aktif di Obrolan WA Grup Biasanya Menunjukkan 8 Kepribadian Ini

Ilustrasi seorang perempuan melihat berita di media sosial. (Pexels) - Image

Ilustrasi seorang perempuan melihat berita di media sosial. (Pexels)

JawaPos.com - Di zaman sekarang, kita semua menjadi bagian dari satu atau dua grup obrolan digital. Banyak dari kita senang berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus, meminta saran, dan berbagi cerita lucu.

Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa ada orang-orang tertentu dalam obrolan grup yang jarang (bahkan mungkin tidak pernah) ikut berkomentar dalam grup percakapan?

Tidak peduli seberapa ramai atau menariknya percakapan, mereka tetap diam, tetapi mereka membaca setiap pesan.

Apakah mereka hanya malu? Tidak tertarik? Atau ada sesuatu yang lebih dalam?

Psikologi menunjukkan bahwa mereka yang menghindari berkontribusi pada obrolan grup sering kali memiliki serangkaian ciri kepribadian mengejutkan yang mengungkapkan lebih dari apa yang tampak.

Dari tingkat introspeksi yang tinggi hingga rasa kemandirian yang kuat, dilansir dari geediting.com, Selasa (12/11), berikut adalah delapan sifat yang sering kali mendefinisikan pengamat diam di lingkaran sosial digital kita.


Orang yang sangat sensitif, atau HSP seperti yang sering disebut, berjumlah sekitar 15-20% dari populasi. Orang-orang ini lebih sadar dan terpengaruh oleh masukan sensorik dan cenderung lebih berempati dan emosional.

Dalam konteks obrolan grup daring, kepekaan yang meningkat ini dapat membuat platform ini terasa membebani.

Kecepatan percakapan yang cepat, banyaknya notifikasi, dan potensi konflik dapat menimbulkan stres bagi seorang HSP.

Mereka mungkin memilih untuk tetap diam guna melindungi diri dari beban sensorik ini. Mereka masih menjadi bagian dari percakapan, menyerap dan memproses semua yang dikatakan, tetapi mereka memilih untuk mengamati daripada berpartisipasi.

Ini bukan tanda ketidakpedulian atau ketidakpedulian. Ini hanya mekanisme penanganan untuk mengatasi kepekaan mereka yang meningkat.

4. Jeli

Beberapa peserta yang pendiam dalam obrolan grup pada dasarnya adalah individu yang jeli. Mereka lebih suka duduk, menonton, dan mengumpulkan informasi tentang percakapan dan orang-orang yang terlibat.

Dengan tetap diam, mereka mampu mencerna informasi yang dibagikan dengan lebih baik, memahami sudut pandang yang berbeda, dan merasakan dinamika kelompok.

Mereka mungkin bukan peserta aktif, tetapi mereka pasti pendengar aktif. Keheningan mereka bukan berarti mereka tidak peduli. Sebaliknya, itu adalah tanda sifat mereka yang penuh pertimbangan dan reflektif.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore