
Ilustrasi Gen Z sedang diskusi (Freepik)
JawaPos.com – Generasi Z sering dianggap kurang semangat dalam bekerja dan sulit diajak bekerja sama. Ternyata, faktor pola asuh dan pengaruh teknologi turut berperan dalam membentuk sikap mereka di tempat kerja.
Generasi Z merujuk pada kelompok yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Mereka tumbuh di era digital dan memiliki pandangan hidup serta nilai-nilai yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Memahami tantangan yang dihadapi Generasi Z dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja sama lintas generasi. Selain itu, pendekatan yang tepat mampu mendukung potensi mereka agar dapat berkontribusi maksimal di tempat kerja.
Berikut 10 alasan mengapa gen z mengalami kesulitan dalam dunia kerja dan cara mengatasinya dilansir dari kanal YouTube HelmyYahyaBicara oleh JawaPos.com, Sabtu (9/11):
1. Kurangnya Empati
Generasi Z sering dianggap kurang memiliki empati, karena terbiasa menerima narasi bertahan hidup yang menekankan mementingkan diri sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak melibatkan mereka dalam menghadapi masalah.
Pola asuh ini membuat mereka kurang terbiasa dengan empati terhadap orang lain. Dalam lingkungan kerja, sikap ini dapat menciptakan jarak antara mereka dan rekan kerja dari generasi berbeda.
Menumbuhkan rasa empati melalui keterlibatan dalam aktivitas sosial dapat menjadi solusi.
2. Pengaruh Teknologi
Teknologi memberikan Generasi Z akses luas pada informasi, termasuk soal kesehatan mental. Keterbukaan ini membuat mereka lebih sadar dan terbuka membahas isu kesehatan mental.
Sayangnya, terkadang mereka cenderung melakukan self-diagnose atau penilaian mandiri tanpa bantuan profesional. Di dunia kerja, hal ini dapat berpengaruh pada kinerja dan hubungan antar rekan kerja.
Mendapatkan bantuan dari tenaga profesional dan pelatihan kesehatan mental di tempat kerja dapat membantu mengelola kondisi ini.
3. Peran Pola Asuh Orang Tua
Pola asuh yang cenderung permisif atau otoriter turut membentuk sikap Generasi Z. Orang tua yang terlalu memanjakan anak atau menyelesaikan semua masalahnya, menyebabkan generasi ini kurang mandiri.
Akibatnya, di lingkungan kerja, mereka bisa mengalami kesulitan menghadapi masalah tanpa bantuan pihak lain. Menerapkan pola asuh yang melatih kemandirian sejak dini akan membantu mereka berkembang lebih baik di masa dewasa.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
