Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2024 | 19.40 WIB

Ingin Hubungan Dekat dengan Orang Tua? Hindari 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi perilaku dalam hubungan dengan orang tua menurut Psikologi. - Image

Ilustrasi perilaku dalam hubungan dengan orang tua menurut Psikologi.

JawaPos.com – Membangun hubungan yang dekat dengan orang tua adalah keinginan banyak orang, namun seringkali perilaku yang tampak sepele bisa menjadi penghalang dalam mencapai kedekatan tersebut.

Menurut psikologi, ada beberapa perilaku yang, jika dilakukan secara berulang, dapat merusak hubungan emosional dengan orang tua. Kebiasaan kecil ini bisa mengganggu komunikasi, menciptakan jarak, dan menimbulkan kesalahpahaman yang seharusnya bisa dihindari.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (8/11), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku yang harus kamu hindari jika ingin menjalin hubungan dekat dengan orang tua kamu seiring bertambahnya usia menurut Psikologi.

1. Hindari mengkritik

Saat berinteraksi dengan ayah dan ibu yang mulai menua, penting untuk menahan diri dari memberikan kritik yang menyakitkan. Kondisi mereka yang semakin sensitif membuat kritikan sekecil apapun bisa diartikan sebagai bentuk ketidakhormatan, apalagi ketika peran mereka telah bergeser dari pengasuh menjadi yang diasuh.

Alih-alih menunjukkan kesalahan mereka secara langsung, cobalah menyampaikan masukan dengan cara yang lebih bijak dan penuh empati. Pendekatan yang konstruktif seperti ini akan membantu menjaga keharmonisan dan memperkuat ikatan emosional antara kamu dan kedua sosok yang telah membesarkan kamu.

2. Kendalikan ketidaksabaran

Kerap kali kita merasa gusar ketika harus mengajari orangtua menggunakan teknologi baru seperti ponsel pintar. Kecenderungan untuk mengambil alih dan menyelesaikan sendiri memang terasa menggoda, namun hal ini justru akan menghambat proses pembelajaran mereka.

Memahami bahwa mereka butuh waktu lebih lama untuk mencerna hal-hal baru adalah kunci utamanya. Yang mereka butuhkan adalah kesabaran ekstra dan dukungan penuh dari kita sebagai anak.

3. Perhatikan aspek emosional

Riset membuktikan bahwa dukungan emosional memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan para tetua. Tidak cukup hanya memastikan kebutuhan fisik mereka terpenuhi, kita perlu memberikan perhatian pada sisi perasaan mereka.

Menghabiskan waktu untuk mendengarkan cerita-cerita masa lalu, menanyakan kabar harian, atau sekadar mengungkapkan rasa sayang dapat mencegah mereka dari perasaan kesepian.

Keterlibatan emosional yang mendalam ini terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup dan bahkan memperpanjang usia mereka.

4. Jaga sikap menghargai

Kesibukan seringkali membuat kita lupa menghargai keberadaan papa dan mama. Tanpa sadar, kita menganggap mereka akan selalu ada dan mengabaikan momen-momen berharga yang bisa dihabiskan bersama.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore