Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2024 | 02.50 WIB

Seseorang yang Tumbuh dari Orang Tua yang Bercerai, Biasanya Menampilkan 8 Perilaku Ini di Kemudian Hari

Ilustrasi anak yang tumbuh dari orang tua yang bercerai. - Image

Ilustrasi anak yang tumbuh dari orang tua yang bercerai.

JawaPos.com - Setiap anak pasti tidak tumbuh dari orang tua yang bercerai, tapi semua itu mau tidak mau harus dijalani dengan rasa ikhlas.

Mengutip dari laman Pengadilan Agama Muara Teweh, anak akan merasa dunianya kacau ketika orang tuanya bercerai dan berisiko kehilangan rasa percaya diri, ketenangan batin, dan kehilangan cita-cita.

Sehingga dampak negatif tersebut menimbulkan stigma di masyarakat bahwa mereka disebut dengan anak broken home dan selalu terkesan nakal, serta tidak terawat.

Terlepas dari hal itu, melansir dari Small Business Bonfire pada (06/11) bahwa seseorang yang tumbuh dengan orang tua yang bercerai, biasanya menampilkan 8 perilaku ini di kemudian hari:

1. Peningkatan Kemandirian

Anak-anak korban perceraian sering kali mendapati diri memikul tanggung jawab di usia muda. Kemandirian awal ini dapat terwujud dalam berbagai cara sepanjang masa dewasanya.

Ketika orang tua mereka terlibat dalam masalah mereka sendiri, anak-anak ini terkadang harus mengurus diri mereka sendiri, secara fisik maupun emosional. Hal ini dapat menyebabkan rasa kemandirian yang sangat berkembang.

Namun, penting untuk diingat bahwa kemandirian ini terkadang juga mengarah pada isolasi. Jika ini terjadi pada kamu, mungkin kesulitan meminta bantuan saat kamu membutuhkannya.

2. Sulit untuk Percaya

Kepercayaan adalah urusan yang rumir ketika kamu langsung menyaksikan perceraian orang tua. Sehingga dampaknya akan terbawa saat anak beranjak dewasa dan takut untuk menjalin hubungan.

Anak yang tumbuh dari orang tua yang bercerai telah melihat janji-janji diingkari dan komitmen tidak dipenuhi, dan itu rasanya sangat menyakitkan. Bukan mereka menganggap orang tuanya buruk, tapi ada pikiran di alam bawah sadar bahwa segala sesuatu pasti menimbulkan kecewa.

3. Kemampuan Beradaptasi Lebih Tinggi

Tumbuh di tengah perubahan dinamika keluarga, rumah yang berbeda, dan jadwal hak asuh yang bergantian, orang-orang ini sering kali menjadi ahli dalam beradaptasi dengan situasi baru.

Kemampuan ini dapat bermanfaat bagi mereka di masa dewasa, lalu akan membuatnya lebih fleksibel dan terbuka terhadap perubahan, cenderung menghadapi tantangan hidup dengan tenang karena mereka telah melakukannya sejak masa kanak-kanak.

Namun, adaptasi yang terus-menerus terkadang dapat menyebabkan kurangnya stabilitas atau perasaan tidak memiliki ‘dasar’.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore