
Ilustrasi orang yang melakukan sadfishing di media sosial.
JawaPos.com - Sadfishing merupakan istilah yang digunakan para pengguna media sosial untuk mempublikasikan keadaan emosinya, terutama rasa sedih. Tujuan mereka melakukan itu tak lain hanya ingin mendapat simpati.
Namun mengutip dari laman Klik Dokter, bahwa mereka yang melakukan sadfishing memiliki dampak bahaya seperti tidak bisa mengendalikan diri sendiri, tidak mendapatkan respon, merasa frustasi, dan memicu munculnya gangguan mental.
Menariknya, sadfishing ini kerap dilakukan oleh para remaja apalagi saat mereka putus cinta atau kecewa ketika tidak dapat pengakuan yang baik dari lingkungan sosialnya.
Melansir dari laman Psychology Today, inilah 4 alasan psikologi dari remaja yang melakukan sadfishing di media sosial :
1. Menjadikan Denial sebagai Coping Mechanism
Denial atau penyangkalan adalah salah satu coping mechanism seseorang untuk menghindari perasaan atau kejadian yang menyakitkan. Remaja yang menyangkal masalah emosionalnya akan berkoar-koar di media sosial hanya untuk validasi dan simpati.
Pelarian ini sama sekali tidak membantu mengelola emosi atau menyelesaikan masalah yang mendasarinya, sehingga akan membuat mereka lari dari tanggung jawab.
2. Keracunan
Ketika seseorang berada di bawah pengaruh alkohol, daya tahannya akan menurun dan penilaiannya terganggu. Hal ini dapat menyebabkan postingan impulsif, mengungkapkan kesedihan mereka yang bertujuan mendapatkan perhatian.
3. Mencari Perhatian
Perilaku mencari perhatian yang berhubungan dengan gangguan kepribadian. Penelitian ini menemukan bahwa remaja dengan ciri-ciri gangguan kepribadian histrionik lebih rentan terhadap sadfishing, karena mereka mencari perhatian dan validasi yang berlebihan, serta merasa tidak nyaman saat tidak menjadi pusat perhatian.
4. Keterikatan dengan Rasa Cemas
Sadfishing juga dapat disebabkan oleh gaya keterikatan yang cemas, menurut penelitian hal ini ditandai dengan kebutuhan tinggi untuk mendapatkan persetujuan dan rasa takut akan penolakan.
Peneliti juga menemukan bahwa selama masa remaja , anak laki-laki cenderung lebih sering melakukan sadfishing, tetapi akan menurun seiring bertambahnya usia. Di sisi lain, anak perempuan justru sering melakukan sadfishing seiring bertambahnya usia.
Jadi dengan hal tersebut kita dapat mengetahui bahwa tren sadfishing ini cukup mengerikan bagi kesejahteraan mental, ditambah lagi dengan naluri perempuan yang dominan perasaan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
