
Tes kepribadian melalui gaya menyilangkan lengan yang biasa orang lakukan.
JawaPos.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gerakan tubuh seseorang seperti cara duduk, berjalan, berbicara, makan, bahkan cara menyilangkan lengan di belakang tubuh dapat memberikan wawasan tentang tipe kepribadian.
Spesialis bahasa tubuh telah menganalisis dengan cermat berbagai teknik menyilangkan lengan untuk mengartikan karakter seseorang. Untuk mengetahui seseorang melalui bahasa tubuh, khususnya cara menyilangkan lengan, ada dua gaya yang biasa dilakukan.
Tes kepribadian ini melihat apakah orang tersebut menggenggam tangan di belakang punggu dan mencengkeram lengan atas.
Dilansir dari Jagran Josh, inilah tes kepribadian melalui gaya menyilangkan lengan yang biasa orang lakukan.
1. Tangan disilangkan di belakang punggung
Bahasa tubuh ini diam-diam mengirimkan tanda bahwa orang tersebut memiliki kepercayaan diri dan kemandirian. Mereka tidak tertarik untuk menunggu masukan orang lain atau tidak bergantung pada orang lain.
Orang-orang ini merasa nyaman berdiri di atas kedua kaki sendiri. Hal ini karena mereka percaya diri dan tidak khawatir tentang apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Mereka santai dan fokus pada diri sendiri.
Mereka adalah orang yang tidak takut akan kerentanan, sebaliknya mereka memancarkan aura superioritas, kekuatan, dan rasa percaya diri. Jika mereka dalam peran pemimpin, sikap ini memperkuat otoritasnya.
Bayangkan seorang polisi, CEO, guru, mereka sering menggunakan bahasa tubuh ini untuk menarik rasa hormat dan menunjukkan rasa percaya diri. Orang dengan gaya tubuh ini adalah orang yang suka merenungkan makna yang lebih dalam dan menganalisis situasi sebelum mengambil tindakan.
2. Memegang lengan tangan lain di belakang
Orang dengan sikap tubuh ini menunjukkan bahwa mereka merasa agak kecil. Hal ini seolah-olah memberi sinyal bahwa mereka tidak akan mengambil terlalu banyak tempat.
Sikap tunduk ini menunjukkan bahwa mereka tidak merasa percaya diri atau memegang kendali. Berbeda dari sikap tubuh yang sebelumnya. Mungkin mereka mencoba menghibur diri sendiri atau mencari sedikit pengaman.
Semakin erat dan tinggi mereka memegang lengan, maka semakin banyak juga saraf yang mungkin berdengung di dalam. Inilah pertanda kalau mereka merasa gelisah, frustasi, dan bahkan sedikit stres.
Orang yang terbiasa dengan posisi ini juga sering merasa kesulitan mengekspresikan diri dengan percaya diri. Mereka lebih rentan terhadap stres dan kecemasan. Mereka akan menghindari konflik, bersikap tenang, atau memendam emosi.
Namun, mereka juga memiliki kepekaan yang tinggi terhadap emosi. Ini memberikan mereka potensi untuk lebih berempati dan memahami kecemasan orang lain. Orang ini juga cenderung introspeksi dan penuh pertimbangan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
