
Ilustrasi pasangan menikah./pexels
JawaPos.com - Sejak kecil, kamu mungkin telah diajarkan dalam menghargai dan menyayangi pernikahan, mengaitkannya dengan cinta serta penerimaan sosial. Saat kamu tumbuh dewasa, mungkin kamu membayangkan skenario-skenario yang dilihat dalam dongeng.
Kamu mungkin percaya bahwa suatu hari kamu akan bertemu seseorang secara tidak disangka. Banyak orang memasuki hubungan dengan harapan mencapai akhir yang bahagia, seperti mengikat janji suci pernikahan dan mengucapkan ikrar pernikahan.
Sayangnya, terkadang kenyataannya, hal ini tidak selalu berlaku bagi semua orang. Dikutip dari marriage.com, berikut ini beberapa alasan orang belum ingin menikah walaupun usianya sudah matang dan salah satunya trauma masa lalu.
1. Pertumbuhan pribadi dan penemuan jati diri
Pernikahan sering memerlukan kompromi dan penyesuaian yang terkadang dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan pencarian identitas diri. Beberapa orang mungkin lebih mengutamakan pengembangan diri dan perjalanan hidup mereka dibandingkan dengan diskusi yang diperlukan dalam sebuah pernikahan.
Saat seseorang menikah, mereka mungkin merasa takut jika impian mereka tidak lagi bisa diraih. Mereka mungkin terpaksa tinggal di rumah atau menghadapi tanggung jawab yang mengikat. Ketika mereka merasa terjebak, kesempatan dalam menemukan jati diri dan berkembang pun menjadi terhalang.
Dengan memilih untuk tetap melajang, seseorang merasa dapat lebih fokus pada tujuan pribadi, minat, dan pengembangan diri tanpa adanya batasan yang mungkin ditimbulkan oleh sebuah pernikahan.
2. Takut cerai
Kemungkinan perceraian bisa menjadi penghalang yang signifikan bagi sebagian orang. Mereka mungkin pernah menyaksikan perceraian atau tumbuh dalam keluarga yang mengalami hal tersebut yang membuatnya mereka kehilangan minat untuk menikah.
Orang-orang ini mungkin tidak ingin mengalami atau melihat anak-anak mereka mengalami rasa sakit dan kekecewaan yang sama akibat pernikahan yang gagal. Dengan mempertimbangkan dampak emosional dan finansial yang ditimbulkan oleh perceraian bagi orang dan keluarga.
Mereka mungkin memutuskan untuk menunda pernikahan guna menghindari potensi rasa sakit dan munculnya perpisahan. Bagi mereka, memilih supaya tetap melajang dapat memberikan rasa aman dan ketenangan pikiran.
3. Kesehatan emosional dan mental
Masalah atau kekhawatiran terkait kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, atau trauma di masa lalu, bisa mempengaruhi keputusan seseorang guna menghindari pernikahan. Beberapa orang mungkin merasa khawatir bahwa tuntutan dan emosional yang menyertai pernikahan bisa memperburuk kondisi kesehatan mental mereka.
Pikiran tentang pernikahan, tanggung jawab, dan tuntutan yang ada dapat memicu kecemasan bagi sebagian orang. Dalam hal ini, mereka cenderung lebih memprioritaskan kesejahteraan emosional mereka dan mencari stabilitas lewat teman atau jaringan dukungan alternatif.
4. Kemandirian finansial

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
