
Kebiasaan yang harus dihindari jika ingin bahagia di tempat kerja menurut psikologi. (Freepik)
JawaPos.com – Bekerja dengan bahagia tentu menjadi impian banyak orang, tetapi tidak semua menyadari bahwa beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari justru menjadi penghalang kebahagiaan di tempat kerja.
Menurut psikologi, ada sejumlah kebiasaan negatif yang seringkali tanpa sadar membuat suasana hati di tempat kerja menjadi kurang nyaman bahkan tak bahagia. Mulai dari cara berpikir hingga interaksi sosial, kebiasaan-kebiasaan ini bisa mempengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang di lingkungan profesional.
Jika ingin mencapai kebahagiaan di tempat kerja, sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada beberapa kebiasaan berikut.
Dikutip dari Hack Spirit Minggu (27/10), diterangkan bahwa terdapat delapan kebiasaan yang harus dihindari jika ingin bahagia di tempat kerja menurut Psikologi.
1. Menunda-nunda pekerjaan
Kebiasaan menunda-nunda tugas sering menjadi batu sandungan dalam produktivitas di tempat kerja. Perilaku ini bukan hanya menghambat penyelesaian pekerjaan, tapi juga menciptakan tekanan mental yang tidak perlu.
Ketika seseorang terus-menerus menunda, pekerjaan yang awalnya sederhana bisa berubah menjadi beban berat yang menggunung. Dampaknya bisa sangat signifikan: kualitas hasil kerja menurun, tenggat waktu terlewat, dan perasaan tidak puas terhadap diri sendiri meningkat.
2. Mengabaikan waktu istirahat
Bekerja tanpa henti mungkin terlihat produktif, namun sebenarnya kontraproduktif. Mengabaikan waktu jeda bisa mengakibatkan kelelahan mental dan fisik yang berujung pada penurunan kinerja.
Istirahat sejenak justru penting untuk memulihkan energi dan meningkatkan fokus. Dengan mengambil jeda secara rutin, seseorang bisa kembali ke meja kerja dengan semangat baru dan ide segar, sehingga performa keseluruhan meningkat.
3. Terlibat dalam gosip kantor
Bergosip di tempat kerja mungkin tampak menghibur, tapi sebenarnya bisa meracuni suasana profesional. Riset menunjukkan bahwa keterlibatan dalam gosip kantor berkorelasi dengan peningkatan tingkat stres.
Selain berdampak negatif pada kinerja individu, kebiasaan ini juga menciptakan lingkungan yang penuh ketidakpercayaan dan negativitas. Alih-alih terjebak dalam lingkaran gosip, lebih baik fokus membangun hubungan positif dengan rekan sekerja.
4. Multitasking berlebihan
Di era serba cepat ini, multitasking sering dianggap keterampilan yang diperlukan. Namun, kenyataannya kebiasaan ini justru bisa menurunkan produktivitas dan meningkatkan tingkat stres. Ketika seseorang berusaha mengerjakan banyak hal sekaligus, fokus terpecah dan kualitas pekerjaan menurun.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
