Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Oktober 2024 | 05.25 WIB

Ini 3 Dampak Jangka Pendek dan Panjang Konsumsi Garam Berlebihan yang Harus Diperhatikan untuk Kesehatan Tubuh  

Ilustrasi dampak konsumsi garam berlebihan. (Pexels) - Image

Ilustrasi dampak konsumsi garam berlebihan. (Pexels)

JawaPos.com – Garam merupakan kombinasi dari sekitar 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Selain digunakan untuk menambah rasa pada makanan, garam juga sering dipakai untuk mengawetkan makanan.

Natrium dalam garam sangat penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal, serta membantu menjaga keseimbangan air dan mineral dalam tubuh. Namun, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang.

Dilansir dari laman Healthline berikut adalah dampak yang bisa terjadi pada tubuh bila anda mengonsumsi terlalu banyak garam dalam satu kali makan atau sepanjang hari. Serta membandingkan dengan dampak jangka panjang dari diet tinggi garam.

Dampak jangka pendek konsumsi garam berlebih

Mengonsumsi terlalu banyak garam dalam satu waktu, baik dalam satu kali makan atau sepanjang hari, dapat menyebabkan beberapa konsekuensi jangka pendek.

  1. Retensi air

Salah satu efek paling umum dari konsumsi garam berlebih adalah retensi air. Anda mungkin merasa lebih kembung atau bengkak dari biasanya.

Hal ini terjadi karena ginjal berusaha menjaga rasio natrium-ke-air yang tepat dalam tubuh, sehingga menahan lebih banyak air untuk mengimbangi kelebihan natrium yang dikonsumsi.

Retensi air ini dapat menyebabkan pembengkakan, terutama di tangan dan kaki, serta membuat berat badan anda bertambah.

  1. Kenaikan tekanan darah

Makanan yang kaya garam juga dapat meningkatkan volume darah yang mengalir melalui pembuluh darah dan arteri, yang menyebabkan kenaikan sementara pada tekanan darah. Namun, tidak semua orang mengalami efek ini.

Beberapa orang yang lebih "resisten terhadap garam" mungkin tidak mengalami kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsi makanan kaya garam. Faktor-faktor seperti genetika, hormon, penuaan, dan obesitas dapat mempengaruhi seberapa sensitif seseorang terhadap garam.

  1. Rasa haus yang intens

Setelah makan makanan asin, Anda mungkin merasa sangat haus atau mulut terasa kering. Ini adalah cara tubuh mendorong Anda untuk minum lebih banyak air guna mengembalikan keseimbangan natrium-ke-air.

Jika Anda tidak minum cukup air setelah mengonsumsi garam berlebih, kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat melebihi batas aman, yang menyebabkan kondisi yang disebut hipernatremia.

Kondisi ini dapat menarik air dari sel-sel tubuh ke dalam aliran darah, menyebabkan gejala seperti kebingungan, kejang, hingga koma.

Dampak Jangka Panjang dari Konsumsi Garam Berlebih

Dalam jangka panjang, konsumsi garam berlebihan secara terus-menerus dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore