
Ilustrasi 6 cara sehat menggunakan media sosial tanpa kecanduan menurut para ahli. (Pexels/SHVETS production)
JawaPos.com - Media sosial dapat sangat memikat bagi anak-anak dan orang-orang dari berbagai usia. Media sosial yang biasa kita pakai dapat membuat setiap orang ketagihan karena cara algoritmanya yang melibatkan otak.
Kecanduan media sosial bukanlah sebuah diagnosis resmi. Tetapi ada beberapa ciri khas yang menandai impulsivitas atau bahaya yang terkait dengan kecanduan dalam bermedia sosial.
Ciri-ciri tersebut termasuk ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan waktu yang dihabiskan di platform media sosial, meskipun mereka ada keinginan untuk menguranginya. Perilaku ini seringkali berdampak negatif pada kehidupan penting seseorang.
Misalnya penurunan dalam pekerjaan, sekolah, atau hubungan pribadi. Pada anak-anak dan remaja yang kecanduan sosial media mungkin memiliki prestasi akademis yang lebih buruk, menjadi menarik diri secara sosial, dan mengalami kesulitan mengatur emosi.
Menemukan keseimbangan dalam penggunaan media sosial mungkin sulit, tetapi bukan berarti mustahil. Dilansir dari Health, berikut ini adalah cara sehat menggunakan media sosial tanpa kecanduan menurut para ahli.
1. Tetapkan batas waktu
Strategi terbaik untuk meminimalkan risiko kecanduan yaitu dengan menetapkan batas waktu untuk berselancar di sosial media. Jika kamu merasa sulit melacak dan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial, kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi yang tersedia, seperti OffScreen, SelfControl, dan Stay Focused untuk menegakkan batasan yang kamu inginkan.
Jika kamu tidak ingin menggunakan aplikasi, kamu juga dapat mencoba pendekatan yang lebih kuno. Saat kalian mulai masuk sosmed, aturlah timer untuk durasi yang singkat, seperti 10 menit.
Pertimbangkan untuk menggunakan alarm yang mengharuskan kamu untuk segera mematikannya. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi kamu pada layar handphone.
2. Waktu tidur bebas layar
Beberapa dampak media sosial yang paling berbahaya terjadi pada waktu tidur. Sebuah studi tahun 2020, menemukan bahwa penggunaan media sosial di malam hari menyebabkan lebih banyak masalah tidur pada orang dewasa muda.
Kurang tidur memiliki berbagai macam konsekuensi buruk bagi kesehatan, seperti penambahan berat badan dan meningkatnya risiko masalah kardiovaskular. Batasan waktu tidur di malam hari sangat penting untuk menjaga kualitas tidur, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Kalian dapat menonaktifkan atau mematikan notifikasi dan menyingkirkan ponsel dari kamar tidur di malam hari. Hal ini untuk mencegah perilaku adiktif dan meningkatkan istirahat yang lebih baik.
3. Ruang bebas media sosial
Lingkungan fisik dapat menjadi petunjuk penggunaan media sosial. Kalian dapat menetapkan ruang di rumah yang tidak boleh diakses oleh media sosial.
Misalnya, menjauhkan TikTok dan Instagram dari ruang makan akan memungkinkan terjadinya percakapan tatap muka selama waktu makan. Kamu juga dapat menjadikan kendaraan sebagai zona bebas media sosial bagi seluruh keluarga.
4. Aktivitas tatap muka
Ganti waktu yang dihabiskan di media sosial dengan kegiatan yang menarik. Hal ini karena semakin kita masuk ke dunia nyata, semakin sedikit waktu yang kita miliki untuk terpaku pada sosial media.
Kegiatan pengganti dapat mencakup segala hal. Mulai dari mengikuti kelas merajut hingga bertemu teman untuk makan malam. Lebih baik lagi, jika kalian pergi ke luar ruangan untuk mendapatkan manfaat kesehatan tambahan dari alam terbuka.
Berada dalam kedekatan dengan alam merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan membantu mengurangi risiko kecanduan media sosial.
5. Detoks digital
Untuk kembali menggunakan media sosial mungkin memerlukan perubahan yang lebih drastis. Jika menetapkan batasan tidak membantu, pertimbangkan untuk berhenti total selama periode tertentu. Misalnya satu minggu atau satu bulan yang dapat mengatur ulang kebiasaan kalian.
Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa orang yang menjalani detoks media sosial selama dua minggu mengalami tingkat kecanduan ponsel pintar dan media sosial yang lebih rendah. Peserta melaporkan tidur yang lebih baik dan kepuasan yang lebih besar terhadap kehidupan dan penurunan stres.
6. Gunakan media sosial untuk hal positif
Meskipun berpotensi menimbulkan kecanduan, media sosial dapat memberikan banyak manfaat positif. Media sosial memungkinkan individu, terutama mereka yang berada di komunitas terpinggirkan atau terisolasi, untuk terhubung dengan orang lain yang memiliki masalah yang sama, menumbuhkan rasa memiliki dan saling mendukung.
Pertimbangkan manfaat apa yang ingin kalian peroleh dari media sosial, seperti mendapatkan dukungan untuk kondisi kesehatan, menemukan resep baru, atau tetap berhubungan dengan beberapa teman dekat, dan kurasi feed Anda sesuai dengan itu.
***

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
