
Ilustrasi inner child terluka.
JawaPos.com - Hampir setiap orang membawa luka dari masa kanak-kanak, seringkali akibat pengalaman negatif dengan orang tua, pengasuh, atau figur otoritas lainnya. Ini dapat menghasilkan apa yang sering disebut sebagai inner child.
Merawat inner child adalah proses yang melibatkan peninjauan luka-luka ini, sebab berkontribusi pada kebiasaan, pola, dan sinyal perilaku yang kita tunjukkan di kemudian hari. Proses ini dikenal sebagai trauma loop. Dengan menyembuhkan luka batin anak kecil, kamu bisa menghentikan siklus reaksi yang memicu perilaku disfungsional.
Hal ini, pada gilirannya, akan meningkatkan kualitas hubunganmu, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Merangkum theprivatetherapyclinic.co.uk, berikut jenis inner child yang terjadi saat masih kecil dan cara menyembuhkannya agar tidak berdampak buruk bagi kehidupanmu.
1. Luka pengabaian
Luka ini berasal dari ketidakhadiran figur orang tua atau pengasuh, maupun pengalaman ditinggalkan saat masih muda. Pengalaman ini bisa menimbulkan ketakutan akan penolakan dalam hubungan di masa depan.
Contohnya, Tom mungkin merasa kesal karena pacarnya tidak membalas pesan-pesannya. Ia khawatir jika pacarnya tidak lagi tertarik dan akan meninggalkannya, sehingga ini mengulangi pengalaman ditinggalkan yang pernah dialaminya.
Akibatnya, Tom menjadi sangat bergantung dan membutuhkan perhatian yang justru membuat pacarnya menjauh. Situasi ini memperkuat narasi yang dipercayai, di mana lingkaran trauma ini terus berlanjut dalam hubungan-hubungan selanjutnya.
2. Luka batin anak 1: Luka karena kelalaian
Pengabaian kadang disamakan dengan kelalaian, karena keduanya bisa saling berkaitan. Sayangnya, pengabaian lebih spesifik merujuk pada pengalaman diabaikan, dilupakan, atau tidak diperhatikan yang dapat menimbulkan perasaan tidak layak untuk memperoleh kasih sayang dan perhatian.
Misalnya, Rachel merasa tidak pantas mendapatkan cinta dan perhatian dari pasangannya sebab ia tidak pernah menerima hal itu dari orang tuanya. Hal ini membuatnya terus-menerus meragukan perasaan pasangannya terhadapnya yang pada akhirnya memicu ketegangan dalam hubungan mereka.
3. Luka batin anak 2: Luka emosional
Jenis luka ini sering dialami anak-anak karena kerusakan emosional mudah terjadi. Luka ini muncul ketika emosi tidak diakui atau diabaikan, mengganggu stabilitas emosional. Pemicu tertentu bisa menghidupkan kembali trauma dan membuat seseorang merasakan kembali pengalaman dan emosi dari masa lalu.
Contohnya, John kesulitan mengekspresikan emosinya dan cenderung menutup diri saat merasa kewalahan. Hal ini membuat pasangannya merasa bahwa ia jauh dan tidak responsif, hingga mengarah pada konflik dan kesalahpahaman. Situasi ini disebabkan oleh harga diri John yang rendah dan rasa tidak berharga sebab tidak dihargai selama masa kecilnya.
4. Luka anak batin 3: Luka fisik
Luka ini terjadi saat seorang anak mengalami kekerasan fisik secara berulang-ulang. Ini berdampak pada kemampuannya untuk merasa aman dan mempercayai orang lain. Pengalaman kekerasan yang konsisten ini menciptakan rasa takut yang mendalam, sehingga anak tersebut mungkin merasa terancam dalam hubungan sosialnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
