
Ilustrasi anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering bertengkar. (Pexels/cottonbro studio)
Psikolog menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering bertengkar cenderung lebih rentan mengalami masalah emosional, kesulitan membangun hubungan yang sehat, dan bahkan mengulangi dinamika yang sama dalam hubungan mereka sendiri.
Jika Anda pernah merasakan dampak ini atau mengenal seseorang yang mengalaminya, penting untuk menyadari bahwa pola-pola ini bisa diubah.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Geediting.com, inilah delapan dampak yang perlu diketahui dan bisa terbawa hingga dewasa akibat pengalaman tersebut.
1. Lebih Peka terhadap Konflik
Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh dengan konflik sering kali menjadi lebih peka terhadap tanda-tanda pertengkaran.
Mereka terbiasa membaca suasana hati orang lain, mencari petunjuk tentang apakah akan ada pertengkaran, dan mencoba menenangkan situasi sebelum hal-hal memanas.
Ketika mereka dewasa, sensitivitas ini dapat membuat mereka lebih waspada dan selalu siap menghadapi konflik, bahkan ketika tidak ada ancaman nyata.
Kewaspadaan yang berlebihan ini bisa membuat mereka merasa cemas dan tidak nyaman dalam situasi sosial atau pekerjaan di mana ada potensi konflik.
Mereka mungkin menghindari berdebat atau mengemukakan pendapat yang berbeda demi menghindari ketegangan.
2. Mudah Takut akan Konfrontasi
Karena sering melihat orang tua mereka bertengkar, anak-anak tersebut cenderung mengembangkan ketakutan yang mendalam terhadap konfrontasi.
Mereka mengaitkan perdebatan dengan rasa sakit emosional dan ketidakstabilan, sehingga mereka lebih cenderung menghindari setiap bentuk perselisihan, bahkan jika itu sebenarnya sehat dan produktif.
Ketakutan ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menetapkan batasan, membela diri, atau menyelesaikan masalah dengan cara yang sehat.
Akibatnya, mereka mungkin terjebak dalam situasi di mana mereka terus menahan diri dari menyuarakan kebutuhan atau pendapat mereka.
3. Lebih Banyak Memendam Emosi

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
