Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Oktober 2024 | 16.48 WIB

Mengedukasi Kekayaan Alam Nusantara Lewat Racikan Kopi Rempah

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Indonesia merupakan negeri yang kaya akan komoditas rempah-rempah. Bahkan, kekayaan rem­pah-rempah Indonesia telah menggugah minat masyarakat dunia sejak berabad-abad lalu.

Namun, siapa sangka, cita rasa otentik dari rempah-rempah Indonesia seperti cengkih, kayu manis, hingga pala, belum banyak dinikmati atau bahkan belum dikenal oleh generasi muda saat ini.

Salah satu faktornya adalah karena menjamurnya makanan dan minuman khas dari negara-negara eropa hingga asia timur di Indonesia yang lebih disukai anak muda.

Berangkat dari keresahan itulah, Jazzy Mahardhikka (40) --yang merupakan kontributor jurnalis televisi swasta-- tergugah untuk mengedukasi rempah-rempah kepada generasi muda.

Lewat usaha minuman, Jazzy bersama empat rekannya nekat membuka kedai kopi rempah yang diberi nama 'JaluRempah Coffee and Bar' di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

"Awalnya kita melihat warisan rasa turun temurun oleh nenek moyang kita ini sangat otentik, cuma ada di Indonesia. Tapi, itu ternegasikan dengan makanan dan minuman dari luar, ya dari Eropa, Jepang, Korea, dan lain-lain dan itu menjamur di sini gituloh. Padahal kita punya warisan rasa rempah itu dilupakan oleh anak-anak muda," kata Jazzy saat ditemui di kedai kopi miliknya, Jumat (18/10).

Tidak hanya sekadar mencari profit bisnis, Jazzy ingin, lewat usahanya kekayaan rempah-rempah khas Indonesia dapat dinikmati oleh generasi muda dengan gaya kekinian.

"Dan kita pengen itu (rempah-rempah) tetap ada dan dikenal generasi muda dan seterusnya agar mereka itu tidak lupa warisan rasa yang otentik," tegasnya.

Dikatakan Jazzy, Ide menggabungkan kopi dengan rempah-rempah ini tak lepas dari pengalamannya yang pernah membuka kedai kopi sebelumnya. Dirinya mempelajari bahwa meskipun single origin kopi memiliki karakter yang khas, namun jika digabungkan dengan rempah akan menghasilkan cita rasa yang lebih otentik.

"Jadi memang kita enggak menegasikan rasa-rasa kopi yang kita miliki kekayaan rasa kopi yang ada. Gayo, Toraja, Wamena, enggak. Kita memang ingin membuat rasa sendiri dengan signature kopi dan rempah," jelasnya.

Jazzy menambahkan, dirinya juga terinspirasi menggunakan single origin seperti Java Preanger, Sunda Kencana, hingga Puntang dalam meracik kopi rempah miliknya. Penggunaan single origin itu dipilih karena after-tastenya lebih natural.

"Kita pilih itu dan kita gabung dengan beberapa rempah-rempah pilihan seperti pala, kapulaga, jahe, dan lain-lain yang kita ambil dari pasar tradisional di Jakarta hingga wilayah Nusa Tenggara Timur," ujar pria yang hobi olahraga basket ini.

Meski datang dengan konsep yang agak berbeda dari kedai kopi lainnya, Jazzy optimis kopi rempah miliknya dapat diterima di kalangan masyarakat khususnya generasi muda.

"Karena ada beberapa menu di sini yang menjadi primadona dan disukai pelanggan. Pertama itu ada Rayuan Pulau Kelapa (air kelapa dicampur espresso based), lalu kemudian ada Kopi Pala, terus kemudian ada Cerita Candu (kopi dengan kayu manis), dan masih banyak lainnya," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore