
Ilustrasi perempuan dengan wajah berjerawat. (freepik)
JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa produk olahan susu, seperti susu, keju, atau yogurt, dapat memicu timbulnya jerawat di kulit.
Anggapan ini sudah lama beredar, terutama di kalangan mereka yang berjuang dengan masalah kulit.
Namun, apakah benar produk olahan susu dapat menyebabkan jerawat? Atau hanya mitos yang belum terbukti secara ilmiah? Artikel ini akan mengungkapkan fakta-fakta penting berdasarkan berbagai penelitian terkait hal tersebut.
Dengan menganalisis hubungan antara konsumsi produk susu dan kesehatan kulit, kita akan memahami lebih dalam apakah ada keterkaitan nyata antara susu dan munculnya jerawat, serta bagaimana cara mengatasi atau mencegahnya jika benar terbukti berdampak buruk pada seseorang.
Dilansir dari laman Healthline pada Rabu (16/10), beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara produk susu dengan peningkatan risiko munculnya jerawat pada beberapa orang.
Meskipun tidak semua orang akan mengalami efek yang sama, bukti yang ada cukup kuat untuk mempertimbangkan peran produk susu dalam kondisi jerawat.
Produk susu, seperti susu sapi, keju, yogurt, dan es krim, dapat mengandung berbagai komponen yang berpotensi dapat memicu munculnya jerawat.
Salah satu alasan utama yang sering dibahas adalah bahwa sapi perah sering diberikan hormon buatan untuk meningkatkan produksi susu.
Hormon-hormon ini kemudian masuk ke dalam susu dan, ketika dikonsumsi oleh manusia, dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Ketidakseimbangan hormon inilah yang diyakini dapat memicu munculnya jerawat.
Selain hormon buatan, susu juga mengandung hormon pertumbuhan alami yang disebut IGF-1.
Hormon ini dikenal dapat meningkatkan pertumbuhan sel, termasuk sel-sel kulit. Pada beberapa orang, peningkatan hormon IGF-1 ini dapat memicu produksi minyak berlebih di kulit, yang kemudian berisiko menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Ini mengapa konsumsi susu, terutama dalam jumlah besar, sering kali dihubungkan dengan peningkatan masalah kulit, khususnya jerawat.
Ada juga teori lain yang menyebutkan bahwa kombinasi antara produk susu dengan pola makan tinggi gula dan makanan olahan dapat memperburuk jerawat.
Makanan yang tinggi gula dan makanan olahan dapat memengaruhi kadar insulin dalam tubuh, yang pada akhirnya juga dapat memengaruhi kondisi kulit.
Kadar insulin yang tidak stabil dapat membuat kulit lebih mudah meradang dan pori-pori lebih rentan tersumbat, yang berpotensi menyebabkan jerawat.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
