
Ilustrasi: 7 kesalahan orang tua yang dapat menimbulkan trauma masa kecil pada anak. (Pexels)
JawaPos.com – Menjadi orang tua tentu bukanlah peran yang mudah. Karena itu, penting untuk mempelajari ilmu parenting sebelum memiliki anak agar kelak dapat menjadi orang tua yang baik.
Namun, manusia tidak ada yang sempurna. Bahkan orang tua yang baik pun dapat secara tidak sengaja atau tidak sadar melakukan kesalahan yang tampak sepele, tetapi dapat berpengaruh pada kondisi psikologis anak, yang pada gilirannya juga akan berpengaruh pada kehidupannya hingga dia dewasa.
Lalu, apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Melansir laman Your Tango, Selasa (8/10), berikut adalah 7 kesalahan orang tua yang dapat menimbulkan trauma masa kecil pada anak.
1. Membandingkan anak dengan orang lain
Ketika orang tua membandingkan anak-anak mereka dengan anak-anak lain, hal itu benar-benar dapat merusak harga diri mereka. Untuk membangun rasa percaya diri, anak-anak perlu tahu bahwa mereka memiliki nilai dan harga diri karena menjadi diri mereka sendiri.
Membandingkan diri dengan orang lain merupakan bagian tak terpisahkan dari sifat manusia. Namun, saat orang tua membandingkan anak-anaknya, hal itu mengajarkan mereka untuk mendefinisikan diri sendiri berdasarkan orang lain dan tidak mengembangkan harga diri mereka dari dalam ke luar.
2. Mengacuhkan prestasi anak
Anak-anak belajar cara memperlakukan diri mereka sendiri berdasarkan perilaku orang tua mereka. Bila orang tua ragu-ragu untuk memuji anak mereka, anak tersebut menyerap gagasan bahwa mereka tidak cukup baik.
Tidak memberikan pujian saat anak Anda melakukan sesuatu dengan baik dapat merusaknya dalam jangka panjang. Merayakan prestasi anak akan memberi mereka dorongan kepercayaan diri dan mengajarkan mereka untuk memercayai diri mereka sendiri.
3. Memanfaatkan peran untuk memanipulasi anak
Beberapa orang tua memposisikan peran mereka sebagai pengasuh dengan mengharapkan anak-anak mereka berperilaku persis seperti yang mereka inginkan.
Mengatakan hal-hal seperti, “Aku yang memberimu makan, memberimu tempat tinggal, memberimu pakaian, dan membayar tagihanmu,” dapat membuat anak-anak berpikir bahwa mereka adalah beban bagi keluarga mereka, yang padahal sebenarnya, tugas orang tua adalah menafkahi anak-anaknya tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
4. Mengharapkan anak untuk memenuhi impian mereka
Bagian utama dari menjadi orang tua yang mendukung adalah menyadari bahwa anak Anda memiliki impian mereka sendiri, terpisah dari apa pun yang mungkin Anda inginkan untuk mereka.
Memaksakan ekspektasi kepada anak-anak dapat membahayakan dan tidak memberi mereka ruang yang dibutuhkan untuk mencari tahu siapa diri mereka dan apa yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
