Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Oktober 2024 | 05.32 WIB

Suka Mendiamkan Orang Lain? Ini 5 Alasan Mengapa Silent Treatment Itu Buruk dan Tidak Seharusnya Dilakukan!

Ilustrasi silent treatment - Image

Ilustrasi silent treatment

JawaPos.com - Dalam hidup, kamu tentu pernah mengalami perbedaan pendapat atau pandangan hidup dengan orang lain. perbedaan ini tidak jarang menuju perselisihan antara kamu dengan orang tersebut.

Keberlanjutan dari perselisihan pendapat tersebut pun beragam. Ada yang berdiskusi dengan sehat, namun ada juga yang hubungannya jadi merenggang. Keduanya merupakan sikap yang manusiawi sebagai seseorang yang punya perasaan.

Ada satu respon manusia terkait perselisihan pendapat yang sebenarnya tidak baik untuk dilakukan. Perilaku tersebut dikenal dengan nama silent treatment atau mendiamkan seseorang.

Sadar maupun tidak sadar, kamu mungkin pernah melakukan silent treatment ke orang lain karena berbagai alasan. Bukannya mengutarakan isi pikiran, kamu malah mendiamkan orang tersebut selama beberapa jam bahkan hari.

Perilaku ini sebenarnya tidak boleh untuk dilakukan, bahkan terkesan buruk.

Dilansir dari Psychology Today dan Medical News Today, berikut ini merupakan 5 alasan mengapa silent treatment pada orang lain itu tidak boleh dilakukan:

1. Membuat Hubungan Jadi Beracun

Alasan pertama dari mengapa silent treatment tidak boleh dilakukan adalah karena perilaku ini membuat hubungan jadi beracun atau toxic. Tidak hanya hubungan dengan pasangan, hubungan dengan teman atau keluarga bisa jadi toxic dan tidak nyaman untuk dilakukan.

Silent treatment merupakan perilaku yang sama sekali tidak menyelesaikan masalah yang sedang terjadi secara produktif. Alih-alih berdiskusi, seseorang bisa diam dan meninggalkan lawan bicara bertanya-tanya.

Ketika pihak lain ingin membahas duduk permasalahan, orang yang melakukan silent treatment bisa mundur dan tidak mau melaksanakan diskusi itu. Hal ini tentu mengurangi kesehatan hubungan, dan bahkan bisa berujung pada putus atau hancurnya hubungan.

2. Menghancurkan Sebuah Hubungan

Alasan kedua dari mengapa silent treatment tidak boleh untuk dilakukan adalah karena hal ini bisa menghancurkan sebuah hubungan. Tidak hanya jadi beracun, silent treatment bisa jadi hal yang benar-benar menghancurkan atau memutuskan hubungan yang ada.

Baik itu hubungan pertemanan, keluarga bahkan kekasih sekalipun bisa hancur karena silent treatment. Dalam sebuah konflik, seseorang bisa mendiamkan pasangan atau orang tuanya karena satu dan lain hal.

Terutama bagi hubungan pasangan, silent treatment tidak memenuhi hal-hal yang seharusnya dipenuhi ketika hubungan sedang baik-baik saja. Misalnya cinta, dukungan, kepedulian dan sosok yang menemani jadi tidak ada akibat silent treatment. Pada beberapa orang, silent treatment bisa jadi penentu untuk memutuskan sebuah hubungan.

3. Membuat Orang Mengkritik Diri Sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore