Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2024 | 19.26 WIB

7 Cara Efektif Menjaga Energi Positif dan Kesehatan Mental di Sekitar Orang-orang Toxic

Ilustrasi orang toxic.(Pexels/Antoni Shkraba) - Image

Ilustrasi orang toxic.(Pexels/Antoni Shkraba)

JawaPos.Com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa selalu memilih siapa yang akan kita temui atau bekerja sama. 

Ada kalanya kita harus berhadapan dengan orang-orang yang penuh dengan energi negatif, yang kerap kali disebut "toxic." 

Orang-orang toxic ini bisa berada di mana saja, di tempat kerja, di lingkungan pertemanan, atau bahkan di dalam keluarga. 

Mereka seringkali menyebarkan aura yang menguras energi, membuat kita merasa lelah, stres, dan bahkan merusak kesehatan mental kita. 

Menghadapi orang-orang seperti ini memang tidak mudah, tetapi bukan berarti kita harus membiarkan diri terpengaruh oleh mereka.

Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental dan tetap mempertahankan energi positif di antara orang-orang toxic

DIlansir dari Healthshots.com, inilah 7 cara efektif untuk melindungi diri, menjaga kedamaian batin, dan tetap berfokus pada kesehatan mental meskipun berada di lingkungan yang penuh tekanan.

1. Pertahankan Batasan yang Jelas

Batasan atau "boundaries" adalah hal yang sangat penting ketika berurusan dengan orang-orang toxic. 

Seringkali, mereka cenderung mengabaikan privasi, mengontrol, atau bahkan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan mereka sendiri. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menetapkan batasan yang jelas dan tegas. Jangan biarkan orang lain melampaui batasan tersebut, baik secara fisik maupun emosional.

Misalnya, jika seseorang selalu berusaha mengambil alih waktu pribadimu atau membuatmu merasa tertekan, katakan dengan tegas bahwa kamu membutuhkan ruang atau waktu untuk dirimu sendiri. 

Dengan menetapkan batasan ini, kamu bisa melindungi kesehatan mentalmu dari pengaruh negatif yang mereka bawa.

2. Berlatihlah Berempati

Meskipun menghadapi orang toxic sangat menguras energi, penting untuk diingat bahwa mungkin ada alasan di balik perilaku mereka. 

Berlatih empati bisa membantumu mengatasi situasi dengan lebih bijaksana. 

Empati tidak berarti kamu menerima atau membenarkan perilaku buruk mereka, tetapi lebih kepada memahami bahwa mereka mungkin memiliki masalah atau ketidakbahagiaan yang belum terselesaikan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore