
Ilustrasi orang tua dengan pola asuh controlling yang suka mengekang dan mengatur anaknya. (Freepik)
JawaPos.com – Apakah kamu sering merasa terkekang dan tidak bebas dalam mengambil keputusan, bahkan setelah dewasa? Mungkin kamu tumbuh dengan orang tua yang memiliki kecenderungan controlling atau suka mengatur.
Pola asuh controlling seperti ini, sayangnya, dapat meninggalkan dampak yang signifikan pada perkembangan kepribadian dan membentuk cara kita berinteraksi dengan dunia.
Orang tua yang controlling sering kali mendikte berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari hal-hal kecil seperti pakaian dan teman, hingga keputusan besar seperti pendidikan dan karier.
Mengutip Personal Branding Blog, Rabu (2/10), berikut adalah sepuluh ciri kepribadian yang umumnya ditemukan pada individu yang dibesarkan oleh orang tua yang controlling dan suka mengekang.
Dengan mengenali ciri-ciri ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran diri dan membantu melepaskan diri dari pola pikir negatif yang menghambat perkembangan pribadi.
10 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Anak dari Orang Tua Controlling
1. Perfeksionis
Standar tinggi yang ditetapkan orang tua controlling sering kali membuat anak mengembangkan sifat perfeksionis.
Mereka cenderung menuntut kesempurnaan dalam segala hal, baik dalam pekerjaan, hubungan, maupun kehidupan pribadi. Hal ini didorong oleh ketakutan akan kegagalan dan keinginan untuk memenuhi ekspektasi yang tidak realistis.
2. Sulit Percaya Orang Lain
Pengalaman masa kecil yang diwarnai dengan kontrol dan manipulasi dapat menimbulkan kesulitan dalam mempercayai orang lain. Individu yang dibesarkan oleh orang tua controlling mungkin merasa rentan dan takut dikhianati, sehingga sulit untuk membuka diri dan membangun kedekatan emosional.
3. Sangat Bertanggung Jawab
Sejak kecil, anak-anak dari orang tua controlling sering kali dibebani dengan tanggung jawab yang besar, bahkan melebihi kapasitas mereka. Hal ini membuat mereka tumbuh menjadi individu yang sangat bertanggung jawab dan mandiri, namun juga cenderung memikul beban berlebihan dan kesulitan untuk bersantai.
4. Sulit Mengambil Keputusan
Kurangnya kebebasan dan otonomi dalam masa kecil membuat individu dengan orang tua controlling kesulitan dalam mengambil keputusan sendiri. Mereka mungkin merasa cemas dan ragu-ragu ketika dihadapkan dengan pilihan, dan cenderung mencari validasi dari orang lain sebelum mengambil tindakan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
