
Sifat yang dimiliki seseorang yang tidak pernah dihargai saat tumbuh dewasa menurut Psikologi.
JawaPos.com – Kurangnya penghargaan selama masa tumbuh dewasa sering kali membentuk karakter dan sifat seseorang di kemudian hari. Individu yang tidak pernah dihargai biasanya menunjukkan perilaku tertentu yang dapat dilihat menurut Psikologi.
Sifat ini cenderung terlihat di berbagai aspek kehidupan, baik dalam interaksi pribadi maupun profesional. Psikologi mencatat bahwa pengalaman masa lalu yang tidak dihargai sangat memengaruhi pembentukan karakter di masa dewasa.
Pola perilaku ini sering kali menjadi refleksi dari luka emosional yang belum sembuh. Mengenali tanda-tanda ini bisa membantu memahami dampak jangka panjang dari perasaan tidak dihargai.
Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (29/9), dijelaskan bahwa ada delapan sifat yang dimiliki seseorang yang tidak pernah dihargai saat tumbuh dewasa menurut Psikologi.
1. Perjuangan dengan harga diri
Salah satu ciri yang sering terlihat adalah perjuangan dengan harga diri. Tumbuh tanpa merasa dihargai dapat meninggalkan luka mendalam, yang kemudian tercermin dalam keragu-raguan akan nilai diri.
Terkadang, hal ini justru tampil dalam bentuk overcompensation, yaitu sikap sombong atau kepura-puraan yang menutupi kekurangan diri. Namun, pada intinya, selalu ada pergulatan internal untuk meyakini keberhargan diri.
2. Sulit menerima pujian
Ketika seseorang tidak merasa dihargai semasa kecil, pujian cenderung terasa asing bahkan tidak nyaman. Ini seolah bahasa yang tidak pernah dipelajari.
Reaksi spontan biasanya berupa pembelaan diri atau meremehkan pencapaian, seakan tak dapat menerima kebaikan orang lain. Padahal, di balik itu, ada keraguan mendalam akan kemampuan diri.
3. Kecenderungan berprestasi berlebih
Dorongan untuk berprestasi secara berlebihan seringkali muncul sebagai upaya kompensasi atas kurangnya rasa dihargai di masa kecil.
Individu ini seakan berlomba membuktikan nilai dirinya, entah di bidang akademik, olahraga, atau area lain. Sayangnya, gairah yang berlebihan ini berpotensi menimbulkan kelelahan dan ketidakpuasan dalam jangka panjang.
4. Sulit membentuk koneksi mendalam
Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil dapat memengaruhi cara kita menjalin hubungan di kemudian hari.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
