Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2024 | 17.06 WIB

Orang yang Tidak Pernah Dihargai Saat Tumbuh Dewasa Biasanya Punya 8 Sifat Ini Kemudian Hari, Menurut Psikologi

Sifat yang dimiliki seseorang yang tidak pernah dihargai saat tumbuh dewasa menurut Psikologi. - Image

Sifat yang dimiliki seseorang yang tidak pernah dihargai saat tumbuh dewasa menurut Psikologi.

JawaPos.com – Kurangnya penghargaan selama masa tumbuh dewasa sering kali membentuk karakter dan sifat seseorang di kemudian hari. Individu yang tidak pernah dihargai biasanya menunjukkan perilaku tertentu yang dapat dilihat menurut Psikologi.

Sifat ini cenderung terlihat di berbagai aspek kehidupan, baik dalam interaksi pribadi maupun profesional. Psikologi mencatat bahwa pengalaman masa lalu yang tidak dihargai sangat memengaruhi pembentukan karakter di masa dewasa.

Pola perilaku ini sering kali menjadi refleksi dari luka emosional yang belum sembuh. Mengenali tanda-tanda ini bisa membantu memahami dampak jangka panjang dari perasaan tidak dihargai.

Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (29/9), dijelaskan bahwa ada delapan sifat yang dimiliki seseorang yang tidak pernah dihargai saat tumbuh dewasa menurut Psikologi.

1. Perjuangan dengan harga diri

Salah satu ciri yang sering terlihat adalah perjuangan dengan harga diri. Tumbuh tanpa merasa dihargai dapat meninggalkan luka mendalam, yang kemudian tercermin dalam keragu-raguan akan nilai diri.

Terkadang, hal ini justru tampil dalam bentuk overcompensation, yaitu sikap sombong atau kepura-puraan yang menutupi kekurangan diri. Namun, pada intinya, selalu ada pergulatan internal untuk meyakini keberhargan diri.

2. Sulit menerima pujian

Ketika seseorang tidak merasa dihargai semasa kecil, pujian cenderung terasa asing bahkan tidak nyaman. Ini seolah bahasa yang tidak pernah dipelajari.

Reaksi spontan biasanya berupa pembelaan diri atau meremehkan pencapaian, seakan tak dapat menerima kebaikan orang lain. Padahal, di balik itu, ada keraguan mendalam akan kemampuan diri.

3. Kecenderungan berprestasi berlebih

Dorongan untuk berprestasi secara berlebihan seringkali muncul sebagai upaya kompensasi atas kurangnya rasa dihargai di masa kecil.

Individu ini seakan berlomba membuktikan nilai dirinya, entah di bidang akademik, olahraga, atau area lain. Sayangnya, gairah yang berlebihan ini berpotensi menimbulkan kelelahan dan ketidakpuasan dalam jangka panjang.

4. Sulit membentuk koneksi mendalam

Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil dapat memengaruhi cara kita menjalin hubungan di kemudian hari.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore