
ilustrasi zodiak dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Memulai perjalanan pertumbuhan pribadi sangat menggembirakan sekaligus menantang. Kedewasaan emosional membutuhkan lebih dari sekadar niat baik, namun menuntut kita melepaskan perilaku yang tidak lagi bermanfaat bagi kita.
Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin akrab dan nyaman, tetapi sering kali bertindak sebagai penghalang. Menghalangi kita untuk mencapai potensi penuh dan menjebak dalam siklus yang menghambat pertumbuhan emosional.
Menurut penelitian yang disorot oleh National Institutes of Health, menghentikan kebiasaan buruk bukan hanya tentang kemauan keras; ini tentang memahami pemicu dan pola yang memperkuat perilaku ini. Mengenali kebiasaan membatasi ini adalah langkah pertama untuk menciptakan ruang, bagi praktik yang lebih sehat dan lebih memberdayakan yang selaras dengan aspirasi anda untuk berkembang.
Dikutip dari ideapod pada Rabu (17/9), berikut tujuh kebiasaan khusus yang mungkin perlu anda tinggalkan jika benar-benar berkomitmen untuk berkembang secara emosional.
1. Terlalu memikirkan setiap situasi
Salah satu kebiasaan paling umum yang dapat menghambat pertumbuhan emosional adalah berpikir berlebihan. Kebiasaan ini sering kali melibatkan pengulangan peristiwa masa lalu, mengkhawatirkan masa depan secara berlebihan, atau menganalisis setiap detail kecil dari pengalaman kita.
Meskipun wajar untuk ingin memahami hidup kita, pemikiran berlebihan dapat menyebabkan kecemasan dan menghalangi kita untuk hidup sepenuhnya di saat ini. Itu dapat menjebak kita dalam siklus ketakutan dan keraguan, menghalangi kemampuan kita untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan.
Untuk tumbuh secara emosional, sangat penting untuk mempelajari cara mengelola kebiasaan ini. Ini berarti mempraktikkan perhatian penuh, menerima ketidakpastian, dan belajar memercayai kebijaksanaan bawaan kita.
2. Menghindari perasaan tidak nyaman
Kebiasaan lain yang dapat menghambat pertumbuhan emosi adalah kecenderungan untuk menghindari perasaan tidak nyaman. Kita semua pernah merasakan kesedihan, kemarahan, atau ketakutan dan segera mencoba mengalihkan perhatian atau menghilangkan emosi itu. Namun, penghindaran ini sering memperkuat emosi yang kita coba hindari.
Cara itu menghalangi kita untuk mendapatkan wawasan berharga tentang diri dan pengalaman kita. Saya telah menemukan bahwa menghadapi perasaan ini secara langsung, mengakuinya dan memberi mereka ruang, bisa sangat membebaskan. Ini tidak berarti berkubang dalam kenegatifan, tetapi membiarkan diri kita merasakan, memahami, dan kemudian melepaskan emosi-emosi ini. Seperti yang pernah dikatakan psikolog terkenal Carl Rogers, "Paradoks yang aneh adalah ketika saya menerima diri saya apa adanya, maka saya bisa berubah.” Merangkul emosi kita, bahkan yang tidak nyaman, adalah langkah besar menuju penerimaan diri dan pertumbuhan emosional.
3. Takut akan perubahan
Salah satu hambatan terbesar untuk pertumbuhan emosional adalah ketakutan akan perubahan. Kita sering berpegang teguh pada zona nyaman, bahkan ketika itu tidak melayani kita. Ketakutan ini dapat menghalangi kita untuk mengambil risiko, mengejar impian kita, dan merangkul kemungkinan baru untuk pertumbuhan dan kebahagiaan.
Namun, perubahan adalah bagian alami dari kehidupan dan seringkali merupakan tempat pertumbuhan yang paling mendalam terjadi. Menghadapi ketakutan dan melangkah ke hal yang tidak diketahui, membuat kita benar-benar mengenal diri sendiri dan menemukan apa yang mampu kita lakukan.
4. Mengabaikan perawatan diri

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
