JawaPos.com- Karakter yang tidak baik dari manusia telah dituangkan dalam Al-Quran dan Hadist. Orang yang memiliki karakter yang tidak baik, ditandai dengan memiliki akhlak yang buruk.
Sebagaimana telah ditulis dalam Bihar Al-Anwar, yang dilansir dari laman
al-islam.org oleh JawaPos.com, Senin (16/9), berikut informasinya:
قَالَ رَسُولُ اللٌّهِ: يَا عَلِيُّ! لِكُلِّ ذَنْـبٍ تَوْبَةٌ إِلاَّ سُوءُ الْخُلْقِ فَإِنَّ صَاحِبَهُ كُل َّمَا خَرَجَ مِنْ ذَنْبٍ دَخَلَ فِي ذَنْبٍ.
Nabi Muhammad saw bersabda, “Wahai Ali, setiap dosa ada taubatnya, kecuali dosa akhlak yang buruk. Sebab, setiap kali orang yang akhlaknya buruk meninggalkan satu dosa, maka ia akan terjerumus ke dalam dosa yang lain."
Dalam hadist ini, Nabi Muhammad saw telah menunjukkan bahayanya akhlak yang buruk. Nabi Muhammad bersabda “Manusia mampu bertaubat atas semua dosanya. Akan tetapi, orang yang memiliki sifat dan dosa akhlak yang buruk tidak akan mampu bertaubat atas perbuatannya, karena akhlak tidak akan pernah meninggalkannya.”
Lantas apa yang mendasari seseorang memiliki karakter yang tidak baik?
1. Harapan besar terhadap sesuatu
Seseorang mempunyai banyak ekspektasi, maka sudah sewajarnya jika suatu saat terjadi perbedaan antara apa yang diinginkan dengan apa yang terjadi di dunia nyata, maka ia pun menjadi marah.
Namun, jika harapan seseorang, bahkan dalam hubungannya dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya tidak terlalu tinggi, maka ia pasti tidak akan marah dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
2. Kesombongan akan pencapaian
Orang yang sombong secara alamiah ingin menempatkan diri di atas orang lain dan karena sifat bawaannya, orang lain tidak cocok dengan orang seperti itu (yang sombong dan angkuh) dan berusaha untuk tidak memperhatikan mereka.
Jadi, ketika orang yang sombong dan angkuh melihat bahwa apa yang mereka inginkan tidak terpenuhi, mereka menjadi marah dan menunjukkan karakter mereka yang buruk.
3. Ketidakmampuan untuk memaafkan
Ada beberapa orang yang hanya memaafkan beberapa hal yang dilakukan kepada mereka dan dengan demikian, mereka menjadi sangat mudah marah.
Namun, kita harus memastikan bahwa kita mampu memaafkan dan melupakan semua yang telah terjadi karena jika seseorang melupakan hal-hal yang telah terjadi padanya, maka ia akan mengembangkan sikap positif.
Kebalikan dari pernyataan ini juga benar karena jika seseorang tidak mempraktikkan tradisi memaafkan dan melupakan atau selalu mengingat apa yang terjadi padanya di masa lalu, maka ia pasti akan marah dan pada akhirnya akan mengembangkan sifat memiliki sikap negatif.
4. Pemarah dan mudah tersinggung
Seseorang yang pemarah atau mudah tersinggung tidak akan mampu menghadapi masalah yang muncul dalam hidup.