
Ilustrasi orang yang memiliki fake account./freepik.com/freepik
JawaPos.com - Ditengah perkembangan teknologi saat ini memudahkan kita untuk mengakses media sosial sesuai dengan kebutuhan serta keinginan sendiri.
Dari kemudahan tersebut, kita jadi bebas mengakses media sosial, termasuk jumlah akun yang dimiliki untuk berbagai kepentingan.
Seperti halnya seseorang memiliki dua akun media sosial, satu diantaranya adalah akun asli dan akun lainnya palsu atau yang sering kita sebut dengan fake account.
Mengutip dari laman Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, fake account adalah akun media sosial yang dibuat tanpa identitas asli pembuatnya. Sehingga dari nama akun hingga fotonya pun tidak jelas.
Fake account juga biasanya memiliki followers dan postingan yang jumlahnya sedikit bahkan sama sekali kosong serta disetting menjadi private account, berbeda dibandingkan akun aslinya.
Menurut yang dilansir dari laman Pijar Psikologi, terdapat sisi lain pengguna fake account di media sosial, diantaranya :
Pertama, mereka beranggapan bahwa dengan memiliki fake account, semua orang tidak mudah untuk mengakses kehidupan pribadinya melalui media sosial sehingga bisa bebas untuk berekspresi dan jauh dari haters.
Kedua, bisa menampakkan ekspresi wajah "apa adanya" tanpa pencitraan, serta curhatan dirinya sendiri yang hanya bisa dilihat oleh orang terdekat.
Ketiga, bisa bebas mengomentari negatif di akun orang lain dengan berdalih "anonymous", sehingga ia tidak mudah dilacak keasliannya dan lari dari tanggung jawab.
Seperti kita tahu bahwa media sosial selalu menjadi ajang pencitraan diri agar terlihat "positif", tanpa disadari kita sudah disetir oleh para pengguna lain yang mengharuskan diri untuk terlihat baik-baik saja.
Jadi pada akhirnya, akun media sosial asli adalah dirinya yang palsu, sementara akun palsu atau fake account itu menggambarkan dirinya yang asli.
Sebetulnya memiliki real account maupun fake account adalah hak setiap orang, tapi jika ada tujuan negatif, maka sebaiknya itu dihindari.
Contoh konkret dari fenomena fake account ini bisa dilihat di akun Instagram artis, banyak sekali akun palsu yang berani menuliskan komentar-komentar yang sangat buruk menggunakan kata-kata kasar terhadap public figure.
Kesemua hal tersebut berani dilakukan, karena berlindung di balik anonimitas akun palsunya.
Mereka berpikir bahwa keberadaannya tidak dapat diketahui, dalam kondisi seperti ini, ia mengalami proses deindividuasi, yaitu kehilangan kewaspadaan diri, karena bertindak bukan sebagai pribadi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
