Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 September 2024 | 20.00 WIB

Mengungkap Kepribadian Seseorang Melalui Sensasi Cita Rasa: Mengapa Beberapa Orang Menyukai Makanan Pedas?

Mengapa Beberapa Orang Menyukai Makanan Pedas? Simak penjelasan berdasarkan penelitian. (Pexels) - Image

Mengapa Beberapa Orang Menyukai Makanan Pedas? Simak penjelasan berdasarkan penelitian. (Pexels)

JawaPos.Com- Makanan pedas merupakan hidangan yang banyak diminati di berbagai belahan dunia.
 
Namun, tidak semua orang menyukai makanan yang yang menimbulkan rasa pedas atau seperti rasa terbakar yang menggangu.
 
Ternyata, faktor kepribadian individu turut mempengaruhi kesukaan dan konsumsi makanan pedas.
 
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Food Quality and Preference mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor kepribadian yang berkaitan dengan kesukaan dan konsumsi makanan pedas. 
 
Faktor-faktor tersebut antara lain sensasi pencarian (sensation seeking), kepekaan terhadap hukuman (sensitivity to punishment), dan kepekaan terhadap penghargaan (sensitivity to reward).
 
Melalui laman dari ncbi.nlm.nih.gov Minggu, (8/9), melalui artikel ini kita akan telusuri lebih dalam bagaimana kepribadian seseorang memengaruhi kesukaan makanan pedas, berikut penjelasnya. 
 
 
1. Sensasi Pencarian (Sensation Seeking)
 
Keinginan untuk mencari sensasi adalah salah satu aspek kepribadian yang erat hubungannya dengan preferensi dan konsumsi makanan pedas. Orang-orang yang memiliki skor tinggi dalam sensasi pencarian cenderung menyukai pengalaman yang baru, beragam, dan menantang, serta bersedia mengambil risiko baik secara fisik maupun sosial demi merasakan sensasi tersebut.
 
Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki skor tinggi dalam sensasi pencarian lebih cenderung menyukai makanan pedas, namun tidak begitu dengan makanan non-pedas. Ini berarti bahwa orang yang menikmati sensasi terbakar dan gatal dari makanan pedas biasanya memiliki tingkat sensasi pencarian yang tinggi.
 
Tidak hanya itu, sensasi pencarian juga berhubungan positif dengan seberapa sering seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung cabai. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian sensasi pencarian juga mempengaruhi seberapa sering seseorang memilih untuk mengonsumsi makanan pedas.
 
 
2. Kepekaan terhadap Hukuman (Sensitivity to Punishment)
 
Faktor kepribadian lain yang terkait dengan kesukaan makanan pedas adalah kepekaan terhadap hukuman. Kepekaan terhadap hukuman mengacu pada kecenderungan individu untuk menghindari situasi yang dapat mengakibatkan hukuman, kegagalan, atau hilangnya penghargaan.
 
Penelitian ini menemukan tren negatif antara kepekaan terhadap hukuman dengan kesukaan terhadap makanan pedas, meskipun hubungan ini tidak signifikan secara statistik. Artinya, orang-orang yang peka terhadap hukuman cenderung kurang menyukai makanan pedas dibandingkan mereka yang kurang peka terhadap hukuman.
 
Namun, kepekaan terhadap hukuman tidak berkorelasi dengan frekuensi konsumsi makanan yang mengandung cabai. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kepekaan terhadap hukuman mungkin mempengaruhi kesukaan terhadap makanan pedas, faktor ini tidak terkait dengan perilaku konsumsi aktual.
 
3. Kepekaan terhadap Penghargaan (Sensitivity to Reward)
 
Faktor terakhir yang berhubungan dengan kesukaan makanan pedas adalah sensitivitas terhadap penghargaan, yaitu kemampuan seseorang untuk dipengaruhi oleh hadiah, seperti uang, pasangan, dan status sosial.
 
 
Studi ini menemukan bahwa sensitivitas terhadap penghargaan memiliki hubungan positif, meskipun lemah, dengan kesukaan terhadap makanan pedas. Hubungan serupa juga ditemukan antara sensitivitas terhadap penghargaan dan kesukaan terhadap makanan pedas dari Asia serta daging panggang pedas, meskipun tidak signifikan secara statistik.
 
Selain itu, sensitivitas terhadap penghargaan juga berkorelasi positif dengan seberapa sering seseorang mengonsumsi makanan pedas. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas mungkin terkait dengan pandangan individu terhadap penghargaan sosial atau "machismo".
 
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kepribadian, khususnya sensasi pencarian dan kepekaan terhadap penghargaan, berkaitan erat dengan kesukaan dan konsumsi makanan pedas. Individu dengan skor tinggi pada kedua faktor kepribadian ini cenderung lebih menyukai dan mengonsumsi makanan yang mengandung cabai.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore