Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 18.57 WIB

Snooze Berulang: 5 Karakteristik Orang yang Memerlukan Banyak Alarm Agar Bisa Terbangun dari Tidurnya, Menurut Psikologi

Ilustrasi memerlukan banyak alarm agar bisa terbangun dari tidur - Image

Ilustrasi memerlukan banyak alarm agar bisa terbangun dari tidur

JawaPos.com - Bangun pagi bisa menjadi tantangan besar bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang merasa harus menekan tombol snooze berulang kali sebelum akhirnya benar-benar bangun dari tidurnya.

Fenomena ini tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga dapat mencerminkan berbagai karakteristik psikologis dan kebiasaan hidup yang mendalam.

Dalam artikel ini, kita akan mengungkap 5 karakteristik kepribadian yang dapat menyebabkan seseorang memerlukan beberapa alarm untuk bisa bangun di pagi hari.

Jika Anda merasa terjebak dalam rutinitas snooze yang tidak berujung, simaklah penjelasan berikut untuk memahami lebih dalam mengapa hal ini terjadi pada diri Anda.

Dilansir dari laman Body and Soul pada Sabtu (31/8), berikut 5 karakteristik yang dimiliki oleh orang yang memerlukan banyak alarm agar bisa terbangun dari tidurnya, menurut psikologi.

1. Kepribadian yang Cenderung Menunda-Nunda

Kecenderungan untuk menunda-nunda bisa menjadi ciri khas bagi orang-orang yang memerlukan beberapa alarm agar bisa terbangun dari tidurnya.

Meskipun ini tidak selalu berarti bahwa mereka seorang pribadi yang pemalas, namun mereka cenderung merasa kesulitan untuk memotivasi diri mereka sendiri untuk bangun dan memulai hari dengan tepat waktu.

Dengan menekan tombol snooze berkali-kali, mereka secara tidak langsung mengulur waktu untuk tetap berada di tempat tidur.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa mereka cenderung membutuhkan dorongan eksternal, seperti bunyi alarm yang berulang, untuk menggerakkan diri mereka keluar dari tempat tidur dan menghadapi aktivitas sehari-hari.

2. Kesulitan dalam Menetapkan Batasan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Orang yang kesulitan bangun pagi dengan sekali alarm sering kali memiliki batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang kurang jelas.

Mereka cenderung merasa perlu untuk terus memeriksa email atau menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja, yang dapat menyebabkan stres tambahan.

Stres ini dapat mengganggu tidur mereka, sehingga membuat tidur mereka menjadi tidak nyenyak dan sulit untuk menghasilkan tidur yang berkualitas.

Ketika mereka akhirnya tidur, pikiran tentang pekerjaan masih menghantui mereka, sehingga saat alarm berbunyi, mereka merasa sangat sulit untuk bangun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore