Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 18.08 WIB

Orang yang Sering Mengeluh Terhadap Sesuatu Sepanjang Hari, Biasanya Memiliki 3 Tipe Kepribadian Ini

Ilustrasi orang yang sedang mengeluh./(Unsplash.com/SanderSammy) - Image

Ilustrasi orang yang sedang mengeluh./(Unsplash.com/SanderSammy)

JawaPos.com - Mengeluh merupakan cara umum untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau ketidakbahagiaan secara verbal.

Setiap hari orang mengeluh tentang cuaca buruk, kemacetan lalu lintas yang parah, anak-anak yang tidak tahu berterima kasih, dan berbagai masalah lainnya. Pengeluh berbeda-beda tergantung pada keadaan dan kepribadian mereka.

Berdasarkan psychologywriting.com yang dikutip oleh JawaPos.com, Jumat (30/9) terdapat 3 tipe kepribadian orang yang suka mengeluh:

1. Pengeluh kronis

Pengeluh kronis tampaknya adalah mereka yang tidak pernah bahagia atau puas, karena mereka hanya fokus pada aspek-aspek negatif kehidupan dan selalu mencari-cari kesalahan orang lain.

Dalam kasus ini, mengeluh mungkin dipandang sebagai kebiasaan dan bukan reaksi yang memadai terhadap suatu peristiwa penting. Pengeluh kronis bahkan dapat menemukan masalah dalam situasi yang dianggap positif oleh orang lain.

Satu keluhan mengarah ke keluhan lain, dan setelah beberapa keluhan lagi, dunia tampaknya akan kiamat bagi seorang pengeluh kronis.

Contoh di tempat kerja, kekecewaannya terhadap rekan kerja menyebabkan gelombang keluhan baru, yang berlanjut hingga ia tidur di malam hari, mengeluh tentang betapa tidak nyamannya tempat tidurnya.

2. Pengeluh yang mencari perhatian

Tipe ini ditandai dengan keinginan orang-orang tersebut untuk berbagi pengalaman dan emosi negatif mereka dengan orang lain untuk menarik perhatian dan simpati. Masalah mereka sering kali kecil, tetapi pengeluh yang mencari perhatian membesar-besarkannya hingga tampak tidak dapat dipecahkan.

Mengeluh dianggap sebagai alat untuk mengekspresikan emosi dan kekhawatiran mereka, yang sering kali tidak terkait dengan pokok keluhan mereka.

Mari kita cermati situasi berikut untuk menggambarkan konsep pengeluh yang mencari perhatian. Suatu malam sepasang suami istri datang ke restoran yang indah untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.

Segala hal tentang restoran itu tampak sempurna, sang suami menikmati makanan dan suasananya, tetapi sang istri tampak tidak senang. Ia mengeluh tentang makanannya, lalu tentang pelayan yang tidak sopan, dan tentang orang-orang yang berbicara terlalu keras.

Setelah satu jam mengeluh, ia akhirnya mengakui bahwa ia tidak menyukai hadiah ulang tahun dari suaminya, yang menjadi alasan mengapa ia mulai mengeluh tentang segalanya.

Oleh karena itu, pengeluh yang mencari perhatian tidak mencari solusi untuk masalah mereka, tetapi memperoleh kepuasan dari berbagai emosi negatif mereka dan meminta perhatian dari orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore