Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 01.32 WIB

Jika Anda Kesulitan untuk Mencintai Diri Sendiri, Tinggalkan 6 Perilaku Ini, Salah Satunya Mengejar Validasi Orang Lain

Ilustrasi perempuan yang sulit mencintai diri sendiri. (Freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang sulit mencintai diri sendiri. (Freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya kita semua pernah mengalami hari-hari yang buruk. Kita semua terkadang merendahkan diri sendiri mulai dari “Ih, aku benar-benar menyebalkan” hingga “aku tidak percaya aku bisa sebodoh itu”.

Namun, ada perbedaan antara orang-orang yang berhasil pulih dengan cepat dari hal itu dan melanjutkan hidup mereka dan orang-orang yang tetap terjebak dalam pola pikir negatif yang sama.

Jika Anda termasuk dalam kategori terakhir maka Anda akan kesulitan untuk benar-benar mencintai diri sendiri. Dan jika Anda ingin meningkatkan rasa cinta diri maka sudah saatnya untuk meninggalkan beberapa perilaku sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Rabu (28/8) sebagai berikut:

1. Berbicara merendahkan diri sendiri

Pada dasarnya Anda tidak dapat mencintai diri sendiri jika Anda terus-menerus merendahkan diri sendiri, menghakimi diri sendiri karena merasakan hal tertentu dan membenci apa yang Anda lihat di cermin.

Untuk mengatasi hal itu, Anda bisa belajar merangkul pola pikir yang lebih positif dan meneguhkan diri sendiri. Anda dapat melakukannya dengan menyadari saat Anda hendak bersikap keras pada diri sendiri dan mengganti penilaian itu dengan pikiran lain.

Selain itu Anda juga bisa mengulang afirmasi positif yang bermanfaat bagi Anda atau melepaskan narasi palsu yang telah Anda buat sendiri menggunakan terapi perilaku kognitif.

2. Merusak kebahagiaan Anda sendiri

Kebiasaan lain yang perlu Anda tinggalkan agar Anda bisa mencintai diri sendiri adalah merusak kebahagiaan Anda sendiri.

Perilaku merusak diri sendiri belum tentu berakar pada kebencian terhadap diri sendiri tetapi itu berarti Anda tidak mencintai dan merawat diri sendiri dengan kapasitas penuh.

Artinya Anda menekan sebagian kebutuhan terdalam Anda dan mengabaikan masalahnya. Tentu saja, hal ini tidak akan membantu Anda mencapai tujuan sama sekali dan lebih parah lagi hal ini dapat memicu kebencian terhadap diri sendiri.

3. Menekan emosi Anda

Ada perbedaan besar antara mengendalikan dan menekan emosi Anda. Mengendalikan adalah keputusan sadar untuk berperilaku sesuai dengan norma sosial dan mengolah perasaan Anda.

Sedangkan menekan emosi adalah tindakan bawah sadar untuk mengabaikan emosi Anda dan berharap emosi itu akan hilang begitu saja. Kalau Anda mampu mengendalikan emosi, maka Anda akan menghadapinya dengan tenang di waktu yang tepat tanpa mengamuk di depan umum.

Namun, jika Anda menekan emosi Anda maka Anda tidak akan mendekati mereka mengenai masalah tersebut sama sekali sebab Anda akan tetap menyangkal diri tentang seberapa besar kata-kata mereka telah memengaruhi Anda.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore