
10 ciri orang berbohong. (newportinstitute.com)
JawaPos.com- Kebohongan memang sulit untuk terdeteksi, yang hanya bisa mengungkap kebohongan hanyalah waktu saja. Namun ada beberapa ciri yang diperlihatkan oleh orang yang berbohong.
Menurut Vanessa Van Edwards peneliti utama Science of People mengatakan hanya 54 persen kebohongan yang bisa diketahui secara akurat? Selain itu, orang ekstrovert cenderung lebih banyak berbohong daripada introvert.
Dilansir dari laman forensicscolleges.com oleh JawaPos.com, Selasa (27/8), terdapat 10 ciri orang yang berbohong, simak berikut:
Salah satu tanda seseorang mungkin tidak mengatakan yang sebenarnya adalah ucapannya yang tidak teratur. Menurut Gregg McCrary, pensiunan profiler kriminal FBI yang dilansir dari Forbes, suara atau cara berbicara seseorang bisa berubah ketika mereka berbohong.
McCrary pertama-tama mengidentifikasi pola bicara dan tingkah laku seseorang dengan mengajukan pertanyaan yang khas dan lugas, seperti siapa nama mereka atau di mana mereka tinggal.
Hal ini memungkinkan dia untuk melihat perubahan apapun dalam cara bicara atau karakteristiknya ketika dia mengajukan pertanyaan yang lebih menantang dan interogatif.
Jika seseorang mengatakan ya, tetapi menggeleng tidak, ini mungkin menunjukkan bahwa dia tidak mengatakan yang sebenarnya. Ellen Hendriksen, seorang psikolog klinis di Pusat Kecemasan dan Gangguan di Universitas Boston, dalam Scientific American, gerakan yang tidak kongruen adalah gerakan dalam tubuh yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan seseorang, dan gerakan tersebut adalah penutur kebenaran.
Dalam contoh Dr. Hendricksen, jika seseorang berkata, “Tentu saja saya akan bekerja sama dalam penyelidikan” dan menggelengkan kepala kecil, ada kemungkinan mereka tidak akan mengatakan yang sebenarnya dan hanya mengatakan yang sebenarnya.
Ketika diminta untuk menjawab pertanyaan atau memberikan rincian lebih lanjut, biasanya memberikan jawaban yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengatakan kebenaran.
Hal ini dapat diukur melalui transkrip panggilan telepon, pernyataan saksi, atau diperhatikan dengan tidak adanya kata-kata deskriptif dalam percakapan.
Cara lain peneliti memverifikasi kebenarannya adalah dengan meminta orang menceritakan peristiwa secara terbalik.
Baca Juga: Mata Tak Bisa Berbohong: 10 Cara Membaca Pikiran dan Perasaan Seseorang Melalui Tatapannya, Simak!
Orang yang jujur akan tetap berpegang pada cerita yang sama sambil menawarkan lebih banyak detail, sementara pembohong sering kali tersandung dan membuat cerita berbeda tanpa menambahkan detail pada cerita aslinya.
Di sisi lain, peneliti dari Harvard Business School menyimpulkan bahwa pembohong mencoba menipu dan menyebarkan kebenaran dengan terlalu banyak kata.
Karena pembohong seperti itu bisa saja mengarang-ngarang, mereka mungkin juga menambahkan detail yang berlebihan untuk meyakinkan diri mereka sendiri atau orang lain tentang apa yang mereka katakan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
