Ilustrasi orang dengan sifat perfeksionis. (www.fcapgroup.com)
JawaPos.com - Pola asuh kita memengaruhi kita hingga dewasa. Tahukah Anda bahwa tidak menerima kasih sayang yang tulus selama masa kanak-kanak dapat memiliki efek yang mendalam pada perkembangan seseorang.
Kurangnya kehangatan dan kasih sayang di masa kecil bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.
Orang-orang ini sering kali mengembangkan karakteristik tertentu yang merupakan hasil dari pengasuhan yang tidak penuh kasih sayang.
Hari ini, kita akan melihat lebih dalam tentang tiga sifat umum yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang tidak mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya saat kecil.
Wawasan ini mungkin akan membuat Anda melihat orang-orang ini dengan cara pandang yang berbeda, dan mudah-mudahan dapat menumbuhkan pemahaman dan empati. Berikut tiga sifatnya, dikutip dari hackspirit;
1) Kesulitan dalam membentuk hubungan yang dekat
Tidak menerima kasih sayang yang nyata sebagai seorang anak sering kali dapat menyebabkan masalah dalam membentuk hubungan yang dekat dan intim di kemudian hari.
Anda tahu, tidak adanya kasih sayang selama tahun-tahun pembentukan dapat menciptakan rasa tidak aman yang mendalam. Rasa tidak aman ini dapat membuat orang sulit mempercayai orang lain dan membuka diri secara emosional.
Mereka yang tumbuh dalam rumah tangga yang tidak penuh kasih sayang sering kali berjuang dengan perasaan rentan. Mereka takut ditolak dan ditinggalkan, yang menciptakan penghalang untuk membentuk hubungan yang berarti.
Ini bukanlah sebuah penilaian atau pernyataan umum tentang semua orang yang tidak memiliki kasih sayang di masa kecilnya. Ini hanyalah sifat umum yang diamati oleh para psikolog dan terapis.
Memahami hal ini dapat membantu kita berempati pada individu-individu ini dan menyadari mengapa mereka bersikap menjauh atau menjaga diri. Hal ini tidak selalu berarti bahwa mereka dingin atau tidak tertarik - ini sering kali merupakan mekanisme pertahanan yang lahir dari pengalaman masa kecil mereka.
2) Terlalu berprestasi dan perfeksionisme
Saya menyadari sifat ini dalam diri saya, dan butuh waktu lama untuk memahami mengapa saya begitu terdorong untuk berhasil dalam segala hal yang saya lakukan.
Tumbuh dewasa, kasih sayang tidak diberikan secara bebas di rumah tangga saya. Satu-satunya saat saya merasa diakui atau dihargai adalah ketika saya mencapai sesuatu yang signifikan - berhasil dalam ujian, memenangkan kompetisi, menjadi yang terbaik.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
