JawaPos.com – Membangun citra diri yang baik di mata orang lain terkadang tidak hanya cukup dilakukan saat bertatap muka langsung, melainkan juga ketika di dunia maya atau media sosial.
Namun, efek dari media sosial yang terbilang cukup berpengaruh dapat membawa dampak buruk jika tidak menggunakan media sosial dengan bijaksana dan hati-hati.
Ada perbedaan besar antara sekadar menggunakan media sosial untuk hiburan dan menggunakannya dengan bijak, dan hal itu terletak pada persepsi.
High value woman atau wanita bernilai tinggi adalah mereka yang percaya diri dan sadar diri, serta tahu bahwa apa yang mereka posting di media sosial dapat mengungkapkan banyak hal tentang karakter mereka.
Mereka tidak hanya berbagi apa saja. Sebaliknya, mereka selektif karena mengetahui bahwa postingan mereka membentuk cara pandang orang lain terhadap mereka.
Melansir laman Ideapod, Kamis (22/8), berikut adalah 9 hal yang tidak akan pernah di-posting atau dibagikan oleh high value woman di media sosial.
1. Pamer harta benda
Wanita bernilai tinggi memahami bahwa meskipun memiliki hal-hal baik itu menyenangkan, tetapi terus-menerus memamerkan kekayaan materi dapat mengirimkan pesan yang salah.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengunggah kekayaannya di media sosial sering kali dianggap kurang disukai dan tidak dapat dipercaya. Ini adalah persepsi yang ingin dihindari oleh wanita high value.
2. Membagikan drama pribadi
Wanita yang bernilai tinggi tahu bahwa postingan tentang drama pribadi mereka dapat dianggap mencari perhatian, tidak dewasa, dan tidak profesional.
Sebaliknya, mereka memilih untuk menangani permasalahan mereka secara tertutup, dengan bermartabat dan bijaksana.
3. Mengirim postingan negatif
High value woman memahami kekuatan dari sikap positif, terutama ketika berhubungan dengan sosok mereka di dunia maya.
Mereka menghindari komentar negatif, kritik, atau pemikiran pesimistis, dan memahami bahwa postingan demikian dapat menurunkan mood pengikutnya dan memberikan kesan yang kurang baik.
Sebaliknya, mereka memilih untuk menyebarkan hal-hal positif dan menyemangati orang lain dengan postingan mereka. Mereka tahu bahwa mereka dapat menentukan arah ruang media sosial mereka, dan mereka memilih untuk menjadikannya positif.
4. Body shaming
Di dunia di mana perundungan online (cyber bullying) dan tindakan body shaming masih merajalela, wanita yang bernilai tinggi tidak akan pernah menggunakan media sosialnya untuk meremehkan atau menilai orang lain berdasarkan penampilan fisiknya.
Mereka memahami kekuatan kata-kata dan memilih menggunakannya untuk kebaikan daripada kekejaman.
Mereka juga berempati dengan orang lain dan menyadari bahwa setiap orang sedang berjuang dalam perjuangannya sendiri, yang banyak di antaranya mungkin tidak kita ketahui sama sekali.
5. Membagikan kehidupan pribadi dengan detail
Meskipun media sosial adalah platform untuk berbagi momen kehidupan, wanita bernilai tinggi memahami pentingnya batasan. Mereka tidak melebih-lebihkan detail intim tentang kehidupan pribadi, hubungan, atau keluarga mereka.
Mereka tahu bahwa begitu sesuatu diposting secara online, maka semua orang akan melihatnya dan hampir mustahil untuk menghapusnya sepenuhnya. Apa yang tampak seperti ide bagus pada saat ini bisa berdampak jangka panjang.
6. Berkomentar buruk
Sangat mudah untuk ikut-ikutan ketika melihat serangkaian komentar tidak baik di media sosial. Momen kemarahan atau frustrasi dapat menimbulkan respons tergesa-gesa yang mungkin Anda sesali di kemudian hari.
Wanita yang bernilai tinggi mengetahui kekuatan menahan diri. Mereka memahami bahwa kata-kata mereka, sekali diucapkan, tidak dapat ditarik kembali. Mereka juga tahu bahwa melontarkan komentar yang tidak baik hanya akan membawa lebih banyak hal negatif.
7. Menyebarkan informasi yang belum jelas
Di era banyaknya hoax dan misinformasi, wanita yang bernilai tinggi menyadari pentingnya kredibilitas. Mereka menahan diri untuk tidak membagikan informasi yang belum diverifikasi atau menyesatkan di media sosial.
Mereka memahami potensi konsekuensi dari penyebaran informasi palsu dan bagaimana hal itu dapat menimbulkan kebingungan dan ketakutan.
8. Mengeluh tentang pekerjaan
Semua orang pasti pernah mengalami hari-hari di mana segala sesuatu di tempat kerja tampaknya tidak beres, dan memiliki dorongan untuk melampiaskan emosi di media sosial.
Sosok Anda di dunia maya mencerminkan citra profesional Anda. Wanita yang bernilai tinggi mengetahui hal ini dan menghindari kata-kata kasar terkait pekerjaan di media sosial.
Mereka memahami bahwa calon pemberi kerja, klien, atau kolega mereka mungkin akan melihat postingan ini dan mempertanyakan profesionalisme serta sikap mereka terhadap pekerjaan.
9. Membagikan sesuatu yang tidak mereka dukung
Wanita yang bernilai tinggi memahami bahwa setiap postingan adalah cerminan siapa mereka. Mereka tidak pernah membagikan apa pun di media sosial yang tidak sepenuhnya mereka yakini atau percaya.
Mereka dengan hati-hati mengatur diri mereka di media sosial, memastikan bahwa mereka benar-benar mewakili siapa mereka dan apa yang mereka perjuangkan. Mereka tahu bahwa keaslian diri adalah kunci untuk membangun koneksi yang tulus dan menjaga kredibilitas online.
***