Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Agustus 2024 | 15.20 WIB

Ketika Kata Semangat dan Sabar Tidak Lagi Berarti, Inilah yang Dirasakan Setiap Manusia Saat Tertimpa Musibah

Ilustrasi orang yang sedang tertimpa musibah../ freepik.com/freepik - Image

Ilustrasi orang yang sedang tertimpa musibah../ freepik.com/freepik

JawaPos.com - Selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, musibah selalu datang silih berganti dan itu semua diluar kendali manusia.

Kita selalu menginginkan kehidupan yang bahagia tanpa ada kendala apapun, tapi ada saja musibah yang menimpa meskipun sudah maksimal dalam berusaha dan berdoa.

Saat awal ditimpa musibah, sebagai manusia pasti merasakan kekecewaan, putus asa, marah, sedih, dan berbagai emosi lainnya yang akan keluar dari dalam diri.

Bahkan saking beratnya musibah tersebut, kata semangat dan sabar tidak lagi berarti di hati kita, bahkan berubah menjadi ucapan negatif.

Mengutip dari laman OSC Medcom, seorang residen psikiatris, dr.Jiemi mengatakan bahwa tidak semua manusia perlu disemangati atas musibah atau pengalaman buruk menimpanya.

Saat tertimpa musibah, dorongan untuk pura-pura mensyukuri keadaan juga bisa menjadi belati yang menusuk batin manusia itu sendiri, sehingga kata-kata yang harusnya bisa memotivasi kini dipandang negatif.

Dr. Jiemi menyarankan ketika menghadapi manusia saat tertimpa musibah, kita perlu mendengarkan dengan tulus, bukan merespon dengan nasihat atau kalimat-kalimat positif.

Manusia yang sedang tertimpa musibah akan lebih membutuhkan tempat untuk mencurahkan emosinya tanpa disela-selai oleh nasihat. Meskipun satu dunia mengatakan "semangat" atau "sabar", dia bisa saja menyangkal kalimat itu.

Hanya dengan mengakui musibah yang dialami dan membiarkan emosi negatif itu terluapkan tanpa ditimpa kalimat-kalimat positif, akan membuat manusia belajar menerima realita.

Alih-alih memberikan kalimat-kalimat positif, maka sebaiknya mengubahnya dengan kata-kata berikut ini :

1. Gapapa kalo kamu butuh waktu, apakah ada yang bisa aku lakuin buat kamu?

2. Kamu tidak sendirian kok, aku akan selalu ada di sebelahmu.

3. Kalau mau cerita bilang ya, aku siap dengerin kok!

4. Aku mengerti ini pasti sulit banget buat kamu, mau peluk?

5. Yuk napas dulu pelan-pelan, kamu bisa cerita ke aku kapanpun kamu mau.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore