Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Agustus 2024 | 18.57 WIB

7 Cara Mengenali Permintaan Maaf Palsu, Menyalahkan Orang Lain hingga Tidak Disertai Tindakan Nyata

Ilustrasi perempuan yang meminta maaf yang palsu (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang meminta maaf yang palsu (freepik)

JawaPos.com – Pada dasarnya ada banyak orang yang berpura-pura meminta maaf padahal sebenarnya tidak bersunguh-sungguh mengakui kesalahannya.

Menerima permintaan maaf palsu sebenarnya dapat membuat Anda merasa lebih buruk dan dalam beberapa kasus bahkan lebih buruk daripada kesalahan awalnya.

Lantas bagaimana cara mengenali permintaan palsu ?

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa cara mengenali permintaan maaf palsu sebagaimana dilansir dari laman Psychology Today, Rabu (21/8) sebagai berikut :

  1. Permintaan maaf palsu menyalahkan Anda atau orang lain selain orang yang meminta maaf

Pada dasarnya tanda permintaan maaf palsu adalah menyalahkan orang lain selain orang yang meminta maaf. Pasalnya permintaan maaf yang sebenarnya menuntut tanggung jawab pribadi.

Permintaan maaf palsu cenderung dimulai dengan kalimat klasik seperti “saya minta maaf jika Anda tersinggung”, atau saya minta maaf karena Anda marah”. Hal ini termasuk kalimat permintaan maaf palsu yang menyalahkan orang lain.

Permintaan maaf sesungguhnya mengharuskan orang tersebut menunjukkan pengakuan kesalahan atau ketidaksopanan yang sebenarnya dan tidak sekadar mencari orang lain atau hal lain untuk disalahkan.

  1. Permintaan palsu terkesan dipaksakan

Tanda lain permintaan maaf palsu adalah terkesan dipaksakan. Sedangkan permintaan maaf yang sebenarnya sepenuhnya bersifat sukarela. Pemaksaan terlihat jelas ketika orang mengatakan sesuatu seperti “baiklah, saya minta maaf” atau “jika Anda bersikeras, saya akan mengatakan bahwa saya minta maaf”.

Bahkan ketika orang lain tidak menggunakan kata-kata seperti itu, Anda dapat mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar menyesali tindakan mereka karena permintaan maaf baru akan diberikan setelah orang tersebut tertangkap atau mengalami semacam reaksi keras.

  1. Permintaan maaf palsu tidak jelas dan tidak spesifik

Pada dasarnya permintaan maaf yang sebenarnya harus disertai dengan mengidentifikasi kesalahan orang tersebut dengan jelas. Jika orang meminta maaf namun tidak jelas dan tidak spesifik maka menunjukkan permintaan maafnya palsu.

Contoh klasiknya adalah “saya minta maaf jika saya melakukan kesalahan” dibandingkan dengan “saya minta maaf karena menyiram Anda dengan air saat wawancara kerja”. Tentu kalimat kedua terlihat lebih jelas dan spesifik daripada kalimat pertama.

Agar permintaan maaf benar-benar tulus, maka orang yang meminta maaf harus dengan jelas menyebutkan kesalahan apa yang telah dilakukannya sehingga tidak ada ruang untuk salah pemahaman dan meminimalkan kemungkinan kesalahan yang sama terulang.

  1. Permintaan maaf palsu memiliki isyarat-isyarat tertentu

Tanda seseorang yang meminta maaf palsu adalah memiliki isyarat-isyarat tertentu. Pasalnya permintaan maaf yang sebenarnya tidak memiliki syarat apa pun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore