Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 14.24 WIB

Pahami 7 Kata yang Harus Anda Hentikan Jika Ingin Terdengar Lebih Berkelas

7 kata yang harus Anda hentikan jika ingin terdengar berkelas (pixabay)

JawaPos.com – Ada batasan jelas antara terdengar berkelas dan sekadar sok berkelas, kuncinya terletak pada pilihan kata-kata Anda.


Menggunakan kata-kata tertentu tanpa disadari dapat menggambarkan Anda sebagai orang yang sombong, bukannya berbudaya.

Menjadi berkelas bukan berarti menggunakan kata-kata yang rumit untuk membuat orang lain terkesan.

Ini tentang mengekspresikan diri Anda dengan jelas dan penuh rasa hormat, sambil tetap mempertahankan unsur keanggunan.

Dan dalam artikel yang dilansir dari Hack Spirit, Selasa (20/8), kita akan membahas daftar 7 kata yang harus Anda hindari jika Anda ingin mendapatkan kesan berkelas dan berkelas.

Perhatikan hal-hal ini, dan Anda akan memiliki awal yang baik dalam terdengar lebih canggih dan tidak terlalu sok.

Baca Juga: Orang-orang yang Berkelas, Biasanya Selalu Mengikuti 10 Aturan Etiket Ini Saat Makan di Restoran

1. Secara harfiah

Satu kata yang telah dikritik habis-habisan dan disalahgunakan dalam beberapa tahun terakhir adalah “secara harfiah”.

Awalnya, ini dimaksudkan untuk menekankan keakuratan fakta suatu pernyataan, kini sering digunakan untuk efek hiperbolik.

Dan percayalah, tidak ada yang berkelas tentang penyalahgunaan kata-kata ini. Dengan mengganti kata “harfiah” dengan bahasa yang lebih tepat, atau menghilangkannya sama sekali bila tidak diperlukan, Anda dapat langsung meningkatkan gaya percakapan Anda.

Jadi lain kali Anda tergoda untuk mengatakan "Saya benar-benar tertawa terbahak-bahak", cobalah untuk menggunakan kalimat "Saya tidak bisa berhenti tertawa".

Kedengarannya lebih canggih, dan menghindari penggunaan kata yang salah yang, secara harfiah, berbicara tentang akurasi.

Ingat, menjadi berkelas bukanlah tentang menggunakan kata-kata besar, tetapi tentang menggunakan kata-kata yang tepat.

Baca Juga: 5 Shio dengan Gaya Sederhana Tapi Terlihat Berkelas dan Mewah, Elegan dalam Kesederhanaan!

2. Suka

Harus diakui, ini adalah salah satu hal yang banyak orang perjuangkan. Kata "seperti" telah menyusup ke dalam percakapan sehari-hari kita dengan cara yang cukup mengejutkan.

Sering kali, hal itu digunakan sebagai kata pengisi, atau untuk memperkenalkan kutipan dan parafrase.

Namun, kata ini ternyata tidak terlalu berkelas. Bahkan, ini dapat membuat Anda terdengar kurang percaya diri dan kurang pandai berbicara daripada yang sebenarnya.

3. Kata-kata umpatan

Ini mungkin tampak jelas, tetapi perlu disebutkan. Sumpah serapah, meskipun terkadang digunakan untuk penekanan atau efek komedi, pada umumnya tidak dianggap berkelas atau sopan.

Tentu saja, kita semua terkadang mengucapkan kata-kata makian, terutama dalam situasi informal di antara teman-teman atau saat sedang frustrasi.

Namun, kebiasaan mengumpat dapat menciptakan kesan negatif dan membuat orang lain memandang Anda kurang berkelas.

Alih-alih mengandalkan kata-kata umpatan untuk mengekspresikan emosi atau penekanan yang kuat, cobalah untuk memperluas kosakata Anda dengan bahasa yang lebih ekspresif.

Baca Juga: Cek Kepribadianmu! Inilah 5 Ciri Paling Dominan dari Perempuan Berkelas

4. Kebencian

“Benci” adalah kata yang kuat yang dapat dengan mudah dianggap kasar atau terlalu negatif, yang mana keduanya tidak sesuai dengan citra yang berkelas dan berkelas.

Kata ini sering kali diucapkan dengan santai dalam percakapan sehari-hari, seperti "Saya benci brokoli," atau "Saya benci kemacetan," namun bahasa yang kasar ini dapat menciptakan aura negatif dalam ucapan Anda.

Daripada menggunakan kata "benci", cobalah ungkapkan ketidaksukaan Anda dengan cara yang tidak terlalu intens. Anda bisa mengatakan, "Saya lebih suka tidak makan brokoli," atau "macet itu menyebalkan".

Hal ini tidak hanya terdengar lebih berkelas, tetapi juga mempromosikan citra yang lebih positif dan berpikiran terbuka.

Bagaimanapun, menjadi berkelas bukan hanya tentang bagaimana Anda terdengar, tetapi juga tentang sikap dan nilai-nilai yang Anda tunjukkan.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Uang dan Kekayaan, Ini 7 Kebiasaan Sederhana yang Sering Ditunjukkan oleh Para Perempuan Berkelas

5. Apapun atau Terserah

"Apa pun" bisa jadi kata yang berbahaya. Kata ini mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi sering kali mengandung nada meremehkan atau acuh tak acuh, yang dapat membuat orang lain tidak senang.

Cobalag untuk mengganti "apa pun" dengan frasa yang menunjukkan bahwa Anda menghargai pendapat orang lain, meskipun Anda tidak setuju dengannya.

Kalimat sederhana seperti "Saya mengerti maksud Anda, tetapi saya punya sudut pandang yang berbeda" dapat sangat membantu dalam menjaga rasa hormat dan kelas dalam komunikasi Anda.

6. Aku melihatnya

Frasa “Saya melihatnya” secara tata bahasa salah dan dapat membuat Anda tampak kurang terdidik atau kurang canggih dari yang sebenarnya.

Baca Juga: Perempuan Berkelas yang Tak Bergantung Pada Uang Biasanya Mengadopsi 7 Kebiasaan dalam Keseharian, Apa Saja?

Mengingat untuk menggunakan bentuk lampau yang benar dari kata kerja dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam cara pandang orang terhadap Anda.

Ini bukan tentang menjadi sok tahu, ini tentang berkomunikasi dengan jelas dan efektif, yang merupakan inti dari kelas dan kehalusan.

7. Sangat

“Sangat” adalah kata yang kita gunakan saat mencari penekanan, tetapi ini juga merupakan salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris.

Daripada menambahkan kata “sangat” sebelum kata sifat, cobalah menggunakan kata sifat yang lebih kuat dan lebih deskriptif.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore