Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Agustus 2024 | 20.15 WIB

8 Kepribadian Anak Perempuan Pertama Menurut Psikologi: Cenderung Mengalami Eldest Daughter Syndrome, Apa Itu?

Ilustrasi anak perempuan pertama bersama saudaranya. (Freepik)

JawaPos.com – Apakah kamu anak perempuan pertama dalam keluarga? Pernahkah kamu merasa terbebani oleh ekspektasi tinggi, rasa tanggung jawab yang berlebihan, dan kesulitan untuk mengatakan ‘tidak’?

Jika iya, kamu tidak sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai ‘eldest daughter syndrome’, sebuah kondisi psikologis yang kerap dialami oleh anak perempuan pertama dalam keluarga.

Eldest daughter syndrome menggambarkan serangkaian ciri kepribadian dan tantangan emosional yang sering muncul akibat dinamika unik dalam keluarga. 

Anak perempuan pertama sering kali diharapkan menjadi teladan bagi adik-adiknya, bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga, dan memenuhi berbagai ekspektasi dari orang tua dan lingkungan sekitarnya.

Ekspektasi tinggi ini membentuk mereka menjadi pribadi mandiri, ambisius, dan berdedikasi. Namun, beban tersebut juga bisa memicu kecemasan, rasa bersalah, dan kesulitan menetapkan batasan. Mereka cenderung perfeksionis, merasa perlu mengontrol segalanya, dan sering mengorbankan diri demi orang lain.

Dilansir dari laman, Today.com, Senin (12/8), Jawa Pos akan membahas lebih lanjut tentang delapan ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan anak perempuan pertama yang mengalami eldest daughter syndrome. 

8 Ciri Kepribadian Anak Perempuan Pertama: Antara Tanggung Jawab dan ‘Eldest Daughter Syndrome’

1. Si Overachiever Ambisius dan Berorientasi pada Tujuan

Kamu memiliki dorongan internal yang kuat untuk berprestasi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal. Kamu menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dan sering kali merasa perlu membuktikan kemampuanmu. 

Tidak mengherankan jika kamu cemerlang dalam bidang akademik, karier, atau bidang lainnya yang menuntut kesuksesan dan performa tinggi, terbukti dari pencapaianmu yang luar biasa.

2. Cenderung Khawatir dan Anxiety

Beban tanggung jawab dan ekspektasi tinggi bisa membuatmu rentan terhadap kecemasan berlebihan (anxiety) dan overthinking. Kamu mungkin sering merasa khawatir tentang masa depan, kesehatan orang yang kamu cintai, atau takut mengecewakan orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore