
Ilustrasi perempuan yang bersaing dengan temannya sendiri (freepik)
JawaPos.com – Sebenarnya hal yang wajar jika kita semua membandingkan diri kita dengan orang lain.
Namun pada titik tertentu, membandingkan diri sendiri dengan orang lain dapat menjadi hal yang bisa merusak kehidupan.
Artinya kita selalu berpatokan dengan standar yang digunakan orang lain padahal kita belum mengukur apakah diri kita mampu memenuhi atau tidak.
Ketika tidak bisa memenuhi maka kita cenderung cemas hingga mendapatkan tekanan sosial bahkan kesehatan mental juga ikut terganggu.
Oleh sebab itu, kita tidak boleh terjebak dalam penjara karena terus-menerus membandingkan diri kita dengan orang lain.
Sebab kita akan selalu menemukan seseorang yang lebih baik atau lebih buruk dari Anda dalam suatu hal. Dan ini seharusnya bukan alasan untuk meninggikan harga diri atau merendahkan diri kita.
Orang-orang yang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain cenderung memiliki beberapa ciri kepribadian sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Minggu (11/8) sebagai berikut :
Orang yang terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain cenderung memendam perasaan tidak aman yang mendalam. Hal ini adalah sifat yang sering disaksikan oleh para profesional kesehatan mental.
Ketika dihadapkan dengan keberhasilan dan prestasi orang lain, maka mereka tidak dapat menahan diri untuk tidak mengukur nilai diri mereka sendiri terhadap orang lain. Bahkan ini lebih sering membuat mereka merasa bahwa mereka kurang.
Ketidakamanan ini adalah sebuah konsep yang telah diteliti oleh para psikolog selamat bertahun-tahun. Ide intinya adalah bahwa beberapa orang mendasar harga diri dan harga diri mereka pada bagaimana mereka dibandingkan dengan orang lain.
Pada dasarnya perfeksionisme telah dikaitkan dengan rasa tidak aman, rasa malu dan gaya keterikatan yang tidak adaptif. Perfeksionisme sendiri berasal pada kepercayaan bahwa agar berharga atau layak seseorang itu harus sempurna.
Ini adalah perjalanan yang sungguh melelahkan dengan harapan tinggi dan penilaian diri yang keras. Intinya bila seseorang merasa perlu untuk selalu sempurna maka mereka sering terjebak dalam perangkap perbandingan.
Itulah cara mereka mengukur apakah mereka memenuhi standar mereka yang sangat tinggi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
