Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Agustus 2024 | 15.36 WIB

6 Ciri Kepribadian Orang yang Gemar Membandingkan Diri dengan Orang Lain, Simak!

Ilustrasi perempuan yang bersaing dengan temannya sendiri (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang bersaing dengan temannya sendiri (freepik)

JawaPos.com – Sebenarnya hal yang wajar jika kita semua membandingkan diri kita dengan orang lain. 

Namun pada titik tertentu, membandingkan diri sendiri dengan orang lain dapat menjadi hal yang bisa merusak kehidupan.

Artinya kita selalu berpatokan dengan standar yang digunakan orang lain padahal kita belum mengukur apakah diri kita mampu memenuhi atau tidak.

Ketika tidak bisa memenuhi maka kita cenderung cemas hingga mendapatkan tekanan sosial bahkan kesehatan mental juga ikut terganggu.

Oleh sebab itu, kita tidak boleh terjebak dalam penjara karena terus-menerus membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sebab kita akan selalu menemukan seseorang yang lebih baik atau lebih buruk dari Anda dalam suatu hal. Dan ini seharusnya bukan alasan untuk meninggikan harga diri atau merendahkan diri kita.

Orang-orang yang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain cenderung memiliki beberapa ciri kepribadian sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Minggu (11/8) sebagai berikut :

  1. Ketidakamanan

Orang yang terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain cenderung memendam perasaan tidak aman yang mendalam. Hal ini adalah sifat yang sering disaksikan oleh para profesional kesehatan mental.

Ketika dihadapkan dengan keberhasilan dan prestasi orang lain, maka mereka tidak dapat menahan diri untuk tidak mengukur nilai diri mereka sendiri terhadap orang lain. Bahkan ini lebih sering membuat mereka merasa bahwa mereka kurang.

Ketidakamanan ini adalah sebuah konsep yang telah diteliti oleh para psikolog selamat bertahun-tahun. Ide intinya adalah bahwa beberapa orang mendasar harga diri dan harga diri mereka pada bagaimana mereka dibandingkan dengan orang lain.

  1. Perfeksionisme

Pada dasarnya perfeksionisme telah dikaitkan dengan rasa tidak aman, rasa malu dan gaya keterikatan yang tidak adaptif. Perfeksionisme sendiri berasal pada kepercayaan bahwa agar berharga atau layak seseorang itu harus sempurna.

Ini adalah perjalanan yang sungguh melelahkan dengan harapan tinggi dan penilaian diri yang keras. Intinya bila seseorang merasa perlu untuk selalu sempurna maka mereka sering terjebak dalam perangkap perbandingan.

Itulah cara mereka mengukur apakah mereka memenuhi standar mereka yang sangat tinggi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore