Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2024 | 18.09 WIB

Orang yang Makin Pelupa Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Menerapkan 7 Kebiasaan Ini, Salah Satunya Kurang Tidur

  1. Kurang tidur

Kebiasaan lain yang menyebabkan kita menjadi pribadi yang makin pelupa seiring bertambahnya usia adalah kurang tidur. Pasalnya tidur tampaknya bukan hanya untuk beristirahat tetapi seperti tombol reset untuk memori Anda.

Tanpa tidur yang cukup, otak Anda tidak akan mendapatkan kesempatan untuk memilah dan menyimpan informasi yang dikumpulkannya sepanjang hari.

  1. Gaya hidup yang tidak banyak bergerak

Pada dasarnya tubuh kita dirancang untuk bergerak bukan untuk duduk seharian. Namun, seiring bertambahnya usia, kita mudah terjebak dalam gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Pasalnya orang dewasa yang lebih tua yang menjalani gaya hidup lebih banyak duduk memiliki kinerja yang lebih buruk dalam tugas-tugas ingatan dibandingkan dengan mereka yang lebih aktif secara fisik.

Aktivitas fisik bisa meningkatkan aliran darah ke otak yang membantu mendukung fungsi memori dan kognitif. Di sisi lain, menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat menyebabkan penurunan daya ingat.

  1. Gizi buruk

Gizi yang buruk dapat berdampak pada kesehatan kognitif termasuk daya ingat. Seiring bertambahnya usia, kita cenderung lebih memilih makanan olahan praktis daripada makanan segar yang padat nutrisi.

Pasalnya pola makan yang tinggi gula dan lemak tak sehat dapat membahayakan otak sehingga menyebabkan menurunnya fungsi memori. Di sisi lain, pola makan yang kaya buah-buahan, sayur-sayuran, protein rendah lemak dapat mendukung kesehatan otak.

  1. Dehidrasi

Kebiasaan lain yang harus ditinggalkan untuk menghindari pelupa seiring bertambahnya usia adalah dehidrasi. Pada dasarnya dehidrasi kronis dapat berdampak pada fungsi memori.

Oleh sebab itu, Anda harus membiasakan diri untuk selalu minum air putih dalam sehari.

  1. Ketergantungan berlebihan pada teknologi

Di era digital, kita terbiasa menggunakan teknologi untuk hampir semua hal termasuk mengingat sesuatu. Misalnya ketika ada rapat, kita mengatur pengingat di ponsel kita.

Akan tetapi, meskipun alat-alat ini tidak diragukan lagi praktis namun sebenarnya tidak memberikan manfaat apa pun bagi ingatan kita. Mengandalkan teknologi untuk mengingat sesuatu berarti kita tidak melatih otot ingatan kita semaksimal mungkin.

  1. Stres dan kecemasan

Stres kronis dan tingkat kecemasan tinggi dapat mengganggu fungsi hipokampus yaitu salah satu bagian otak yang penting untuk ingatan.

Ketika kita terus-menerus stres atau cemas maka otak kita terlalu sibuk menangani kondisi emosional tersebut sehingga tidak dapat memproses dan menyimpan informasi dengan baik.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore