ILUSTRASI: Anak-anak bermain saat di lokasi day care. (Foto: Pexel)
Day care atau penitipan anak kerap menjadi opsi bagi ortu yang keduanya bekerja. Namun, perlu pertimbangan matang. Perhatikan kredibilitas pengelola dan SDM pengasuh sebelum menitipkan si kecil ke day care.
KASUS penganiayaan dua balita di Depok oleh pemilik day care menjadi pengingat untuk lebih selektif dalam memilih penitipan anak. Day care semestinya dapat menjadi partner dalam mengasuh anak selama ortu bekerja.
”Day care yang bagus itu memiliki SDM andal yang berpengalaman dalam meng-handle anak serta komunikatif dan evaluatif,” ujar Anglis Ayu Anjarsari MPSi Psikolog.
Pengasuh yang terbuka dan informatif tentu akan membuat ortu lebih tenang. Meski demikian, Anglis tidak menyarankan untuk menaruh kepercayaan penuh kepada pihak day care.
”Bagaimanapun, ortu perlu lebih perhatian kepada anak. Teliti kondisi anak saat mengantar dan menjemputnya. Jika memungkinkan, lakukan komunikasi sejenak di jam istirahat,” tutur founder Pusat Layanan Psikologi Alesia Surabaya tersebut.
Pada anak yang sudah mampu berbicara, biasakan untuk bercerita. Dengan begitu, anak juga akan terbuka tentang aktivitasnya. Hal itu Rizky Isyarah terapkan sejak buah hatinya masuk day care di usia 3 tahun. ”Tiap pulang ditanyain gimana sekolahnya tadi, ngapain aja? Senengkah atau dimarahin nggak?” ujar ibunda Aryaan tersebut.
Founder Pusat Layanan Psikologi Alesia Surabaya, Anglis Ayu Anjarsari MPSi Psikolog. (Dok. Pribadi)
Rizky bercerita bahwa putranya selalu menangis pada awalnya. Namun, ketika pulang, dia selalu happy. Psikolog Anglis meminta ortu untuk memastikan terlebih dahulu penyebab anak tidak nyaman di day care.
Apabila disebabkan faktor ketidakmampuan anak menyesuaikan diri, ajarkan dan biasakan berinteraksi dengan banyak orang. ”Jika dalam konteks ini anak ingin bolos day care, jelaskan bahwa dia butuh punya banyak teman. Dampingi dia mencari teman,” sambung psikolog anak tersebut.
Namun, bila ketidaknyamanan anak karena perlakuan kurang baik, ambil sikap yang tepat. Telusuri perlakuan yang anak dapatkan di day care. Gali cerita dari pengasuh dan teman anak.
Baca Juga: 5 Cara Menemukan Penitipan Anak untuk Penyandang Disabilitas, Salah Satunya Sertifikasi Pengasuh
Periksa CCTV jika diperlukan. ”Bila kondisi day care terlalu ’toksik’ bagi anak, akan lebih bijak untuk menarik kembali anak atau mencarikan day care yang lebih sehat,” lanjutnya.
Pilih day care yang sudah bersertifikasi dengan track record baik. Pastikan pihak day care memiliki alur komunikasi yang jelas. ”Pernah ada pengasuh yang jutek, saya sampaikan ke pemilik day care. Memang penting untuk menjalin komunikasi yang baik. Kalau perlu, harus kenal dengan semua pengasuhnya,’’ imbuh Rizky. (lai/c7/nor)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
