Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Agustus 2024 | 01.42 WIB

Benarkah Rasa Syukur Menjadikan Seseorang Panjang Umur? Ini Fakta dan Penelitiannya

Ilustrasi perempuan yang bersyukur (freepik/benzoix)

 

JawaPos.Com - Olahraga, makan sehat, dan menjalin hubungan baik mungkin sudah tidak asing apabila dikaitkan dengan panjang umur seseorang.

Namun berbeda halnya dengan rasa syukur yang dikaitkan dengan panjang umur atau usia seseorang.

Meski panjang umur dan rasa syukur masih cukup diragukan kontribusinya, namun hal ini telah mendapat penelitian resmi.

Dilansir dari Psychologi Today, Jumat (2/8), penelitian terkini mengungkap kebiasaan mental yang sebelumnya tidak dikaitkan dengan umur panjang kini telah menjadi sorotan, salah satunya rasa syukur.

Sebuah studi tahun 2024 menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki 'rasa bersyukur' disebut akan hidup lebih lama daripada mereka yang tidak.

Seperti diketahui, rasa syukur dapat didefinisikan sebagai, kecenderungan untuk menghargai hal-hal baik dan positif.
 
Baca Juga: Menurut Psikologi, Inilah 7 Efek Positif Saat Seseorang Terbiasa Mengungkapkan Rasa Syukur Sebelum Memulai Hari

Rasa bersyukur tidak berarti menyangkal kemunduran dan tragedi hidup yang menyakitkan atau meyakini bahwa, semuanya adalah yang terbaik.

Sebaliknya, rasa syukur adalah pola pikir, yang sering kali dipupuk secara sadar, yang mengarah pada penghargaan yang penuh perhatian atas banyaknya kegembiraan hidup dan atas kontribusi orang lain dalam hidup Anda.

Sebelum penelitian terbaru tentang rasa syukur dan umur panjang, manfaat rasa syukur bagi kesehatan mental dan fisik telah diteliti secara ekstensif.

Misalnya, Robert Emmons, penulis buku Thanks! How Practicing Gratitude Can Make You Happier tahun 2005, mengutip bukti yang menunjukkan bahwa rasa syukur dikaitkan dengan kesehatan emosional karena rasa syukur meningkatkan tingkat kebahagiaan, meningkatkan emosi positif lainnya seperti kegembiraan dan antusiasme, mengurangi depresi dan emosi negatif seperti kebencian, dan meningkatkan optimisme .

Selain itu, sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa rasa syukur menghasilkan kepuasan hidup, dan bahwa kepuasan hidup menciptakan lebih banyak rasa syukur, dalam siklus yang baik.

Studi lain menunjukkan bahwa tingkat rasa syukur yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan kesehatan fisik yang lebih baik, termasuk kualitas tidur yang lebih baik, tekanan darah yang lebih rendah, sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, dan risiko penurunan daya ingat yang lebih rendah.

Sebuah studi tahun 2024 merupakan studi terbaru yang menemukan bahwa rasa syukur dapat membantu orang mengatasi kebiasaan buruk dan mengembangkan kebiasaan baik.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore