Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2024 | 18.21 WIB

Dilambangkan Sebagai Pertanda Buruk, 3 Mitos di Balik Foto yang Jatuh dan Retak Secara Tiba-tiba

 

Ilustrasi foto pecah atau retak tiba-tiba. (Piterest)

JawaPos.Com-Momen-momen menarik dan mengesankan dalam keluarga atau dengan seseorang yang dianggap istimewa seringkali diabadikan dengan cara-cara tertentu seperti berfoto.
 
Melelui sebuah gambar di foto, momen-momen indah menjadi ingatan yang takkan terlupakan dan selalu untuk dikenang.
 
Namun, saat sebuah foto yang terpajang di dinding rumah tiba-tiba jatuh dan retak, sering kali dianggap sebagai pertanda buruk dan dihubungkan dengan kejadian-kejadian ganjil yang mungkin akan menimpa orang di dalam foto tersebut serta dilambangkan berasal dari pertanda alam.
 
Mitos ini telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini, tidak hanya di Indonesia saja tetapi di beberapa negara-negara tertentu juga beranggapan bahwa fenomena tersebut merupakan pertanda kurang baik ataupun negatif.
 
Lantas, apakah makna sebenarnya dari kejadian tersebut? Simak penjelasan artikel ini sampai selesai.
 
 
Dikutip melalui saluran YouTube Ari Gallery, Minggu (21/7), berikut 3 penafsiran tentang peristiwa jatuhnya bingkai foto yang terpajang di dinding rumah.
 
1. Sedang di ganggu mahluk halus
 
Menurut kepercayaan tradisi masyarakat lokal, ketika sebuah figura foto jatuh secara tiba-tiba, itu dapat diartikan sebagai gangguan dari makhluk halus. Ciri khas dari gangguan makhluk halus adalah ketika figura foto jatuh tetapi tidak pecah sama sekali.
 
Hal ini diyakini sebagai pertanda bahwa entitas gaib tengah mencoba mengirimkan pesan atau memberikan pertanda kepada pemilik figura. Masyarakat lokal seringkali meminta orang pintar untuk membantu mengetahui pesan yang ingin disampaikan dalam kejadian tersebut. 
 
Mereka percaya bahwa dengan melakukan upacara tertentu, mereka dapat berkomunikasi dengan dunia gaib dan menyelesaikan masalah yang menyebabkan gangguan seperti itu.
 
2. Tanda akan kematian seseorang
 
Foto yang tiba-tiba jatuh, bisa menjadi pertanda akan terjadinya hal buruk akan menimpa orang tersebut seperti halnya sebuah kematian. Biasanya, orang yang diberikan tanda ini adalah orang terdekat dari korban. Meskipun tidak ada bukti ilmiah, namun mitos ini sangat dipercaya oleh masyarakat, terutama masyarakat Jawa yang masih menjaga tradisi dan kepercayaan turun-temurun.
 
 
Mereka menganggap bahwa fenomena ini adalah sebuah bentuk peringatan dari alam atau entitas supranatural mengenai nasib seseorang.
 
Sehingga, jika suatu saat ada foto yang tiba-tiba jatuh, mereka akan segera melakukan ritual-ritual tertentu atau berdoa agar keburukan dapat dihindari. Mereka percaya bahwa menjaga keyakinan dan tradisi nenek moyang adalah suatu kewajiban dan keharusan yang harus mereka lakukan.
 
3.  Hadirnya sebuah Roh ganda
 
Kehadiran roh ganda dalam kejadian ini ternyata juga dikaitkan dengan mitos jatuhnya bingkai foto. Dalam kepercayaan yang masih dipegang oleh sebagian masyarakat, saat ada anggota keluarga yang meninggal, mereka akan menutup semua cermin di rumah dengan kain. Tujuannya adalah agar roh ganda dari orang yang meninggal tidak terpantul oleh kaca dan mengganggu manusia yang masih hidup.
 
Roh ganda ini diyakini dapat muncul setelah seseorang meninggal, yang merupakan gambaran dari sisi baik dan buruk dari almarhum. Dalam kepercayaan tersebut, roh ganda akan melakukan perjalanan ke alam lain namun masih tetap harus berada di dunia ini untuk menyelesaikan urusan yang belum terselesaikan.
 
Maka dari itu, penutupan cermin dengan kain di rumah adalah cara untuk menghormati roh ganda yang masih berada di sekitar kita. Mitos ini telah turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi dan masih dipercayai oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.
 
Itulah beberapa makna terkait jatuhnya foto dari dinding di rumah, penting untuk dicatat bahwa semua kejadian tersebut hanyalah mitos. 
 
Keberadaan kebenarannya belum bisa dibuktikan secara nyata dan semua itu hanya bergantung pada sudut pandang orang masing-masing serta dapat diambil dari segi positif maupun negatifnya saja.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore