Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 00.39 WIB

Mengenal Jerawat Hormonal pada Perempuan, Tak Hanya Terjadi pada Remaja, Kenali dan Pahami Cara Penanganannya

Ilustrasi jerawat. (freepik/ freepik.com) - Image

Ilustrasi jerawat. (freepik/ freepik.com)

 
JawaPos.com - Jerawat menjadi permasalahan yang umum terjadi pada kulit wajah baik pada perempuan ataupun laki-laki di segala usia.
 
Jerawat yang terjadi di saat-saat tertentu saat tubuh mengalami perubahan hormonal disebut dengan jerawat hormonal.
 
Jerawat hormonal kerap dikaitkan dengan masa-masa puber, tetapi faktanya jerawat hormonal bisa terjadi pada seseorang yang sudah beranjak dewasa sekalipun.
 
Jerawat hormonal saat dewasa bisa terjadi pada perempuan. Kondisi ini terjadi saat menjelang haid ataupun menjelang menopause.
 
Sebenarnya seperti apa jerawat hormonal dan bagaimana menangani jerawat jenis ini? Dilansir dari laman Healthline pada Selasa (9/07), berikut penjelasannya.
 
Diperkirakan sekitar 50 persen perempuan usia 20 hingga 29 tahun memiliki jerawat. Sekitar 25 persen perempuan usia 40 hingga 49 tahun juga masih mengalami permasalahan jerawat.
 
Mengapa jerawat hormonal muncul disaat tidak lagi berada di usia puber? Rupanya, perubahan hormonal perempuan menjelang haid dan menopause bisa mempengaruhi ini.
 
Secara umum, suatu hormon tertentu bukan menjadi penyebab utama dari jerawat yang muncul di usia dewasa. Namun, ketidakseimbangan hormonal dapat berkontribusi pada munculnya jerawat pada orang dewasa.
 
 
Karakteristik jerawat hormonal
 
Saat masa puber, jerawat hormonal biasanya muncul pada zona-T seperti dahi, hidung, dan dagu. Jerawat hormonal yang terjadi pada orang dewasa biasa ditemui pada area bawah dagu dan sekitar rahang.
 
Beberapa orang mengalami jerawat hormonal berupa komedo hitam, komedo putih, dan jerawat kecil atau jerawat kistik yang lebih besar.
 
Jerawat hormonal disebabkan oleh kondisi hormonal seperti menstruasi, polycystic ovarian syndrome (PCOS), menopause, dan kenaikan kadar hormon androgen.
 
Perubahan hormon pada tubuh juga memperburuk kondisi kulit wajah lainnya seperti peradangan kulit secara menyeluruh, produksi minyak wajah (sebum) berlebih di pori-pori, penyumbatan sel kulit pada folikel rambut, dan memicu berkembangnya bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes).
 
Jerawat jelang menopause
 
Munculnya jerawat jelang menopause juga merupakan jerawat hormonal. Kebanyakan perempuan mengalami menopause di kisaran usia 40 hingga 50 tahun.
 
Proses menopause melibatkan penurunan hormon reproduksi yang menyebabkan berhentinya proses menstruasi. Beberapa perempuan mengalami kondisi wajah berjerawat menjelang menopause.
 
Jerawat saat menopause disebabkan oleh turunnya kadar estrogen atau meningkatnya hormon androgen seperti testosteron.
 
Penanganan jerawat hormonal dengan obat-obatan
 
Jerawat hormonal seperti komedo dan jerawat kecil bisa ditangani dengan obat-obat luar yang dioleskan pada kulit (topikal). Namun pada kasus jerawat kistik, pengobatan topikal tidak akan bekerja dengan baik.
 
Ada obat-obatan oral yang perlu dikonsumsi untuk menyeimbangkan hormon yang tidak seimbang dalam tubuh. Penanganan jerawat yang membutuhkan obat-obatan oral perlu dalam pengawasan dokter.
 
Bahan-bahan yang terkandung dalam pil kontrasepsi dapat menargetkan hormon yang dapat menyebabkan jerawat. Hal ini dapat sangat membantu selama puncak hormon, seperti saat ovulasi.
 
Pil anti-androgen bekerja dengan cara menurunkan hormon androgen. Baik pria maupun wanita memiliki kadar hormon ini secara alami. 
 
Namun, terlalu banyak hormon androgen dalam tubuh dapat menyebabkan masalah jerawat dengan mengganggu folikel rambut yang mengatur sel-sel kulit dan meningkatkan produksi minyak.
 
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore