
Ilustrasi orangtua yang sedang memarahi anaknya./(istock).
JawaPos.Com - Pola asuh orang tua terhadap anak, di masa kecil memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian di masa dewasa.
Namun sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami dampak dari pola asuh yang mereka berikan pada anak di masa kecil.
Salah satu yang kerap menjadi masalah adalah, sikap egois orang tua yang masih belum disadari akan imbasnya pada pertumbuhan anak di masa dewasa.
Tidak hanya mempengaruhi hubungan keluarga saat ini, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan anak di masa depan.
Dirangkum dari Psychology Today, inilah dampak dari pola asuh orang tua yang egois terhadap anak dan bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi masa depan mereka.
1. Kesulitan dalam Mengembangkan Empati
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan alami di rumah. Jika orang tua bersikap egois, anak mungkin tumbuh tanpa memahami pentingnya empati.
Mereka cenderung memprioritaskan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri tanpa memikirkan orang lain.
Hal ini bisa membuat mereka sulit berempati terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain, yang sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat di masa depan.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, anak-anak yang kurang mendapatkan empati dan perhatian dari orang tua cenderung mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya mereka.
2. Rendahnya Rasa Percaya Diri
Orang tua yang egois sering kali tidak memberikan dukungan emosional yang cukup kepada anak-anak mereka.
Mereka mungkin lebih fokus pada prestasi atau keinginan pribadi daripada kebutuhan emosional anak.
Akibatnya, anak-anak mungkin merasa kurang dihargai dan kurang percaya diri. Mereka bisa tumbuh dengan perasaan bahwa mereka tidak cukup baik atau tidak layak untuk dicintai.
Sebagai contoh, penelitian oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang kurang mendukung secara emosional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan dan depresi di kemudian hari .
Mereka mungkin meniru perilaku egois orang tua dan memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat dan saling mendukung.
Selain itu, mereka juga bisa menjadi terlalu bergantung pada persetujuan orang lain karena kurangnya dukungan emosional di rumah.
Menurut Harvard Study of Adult Development, kualitas hubungan interpersonal adalah salah satu faktor kunci dalam kebahagiaan dan kesejahteraan jangka panjang.
Anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang egois mungkin kehilangan kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dan mendukung, yang bisa mempengaruhi kebahagiaan mereka di masa depan.
***

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
