Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juni 2024 | 15.19 WIB

7 Hal yang Terus-menerus Dikhawatirkan oleh Orang-Orang yang Tidak Berhasil, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang mengkhawatirkan hal-hal yang tidak penting. (freepik)


JawaPos.com - Kekhawatiran adalah bagian tak terelakkan dari kehidupan manusia. 
 
Namun, ada perbedaan signifikan dalam cara orang yang berhasil dan tidak berhasil mengelola kekhawatiran mereka. 
 
Bagi mereka yang sering merasa tidak berhasil, kekhawatiran bisa menjadi penghalang besar yang menghambat kemajuan dan kebahagiaan. 
 
Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (28/6), terdapat tujuh hal yang terus-menerus dikhawatirkan oleh orang-orang yang merasa tidak berhasil menurut psikologi:

1. Takut Gagal

Ketakutan akan kegagalan adalah salah satu kekhawatiran terbesar bagi mereka yang merasa tidak berhasil. 
 
Mereka cenderung memandang kegagalan sebagai akhir dari segalanya, bukan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. 
 
 
Ketakutan ini sering kali membuat mereka ragu untuk mencoba hal-hal baru atau mengambil risiko yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan.

Menurut teori kepribadian dan psikologi perkembangan, orang-orang yang tidak berhasil sering kali memiliki pola pikir tetap (fixed mindset). 
 
Mereka percaya bahwa kemampuan mereka adalah sesuatu yang tetap dan tidak dapat diubah, sehingga kegagalan dianggap sebagai tanda bahwa mereka tidak cukup baik.

2. Perbandingan dengan Orang Lain

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah kebiasaan yang merusak dan sering kali menyebabkan perasaan tidak berharga. 
 
Orang yang tidak berhasil cenderung fokus pada apa yang dimiliki atau dicapai orang lain, dan merasa bahwa mereka selalu tertinggal.

Menurut psikologi sosial, fenomena ini dikenal sebagai perbandingan sosial.
 
Orang yang tidak berhasil cenderung memiliki tingkat self-esteem yang rendah, sehingga mereka mencari validasi dari perbandingan dengan orang lain, yang sayangnya sering kali berakhir dengan perasaan iri dan rendah diri.
 

Orang yang tidak berhasil sering kali merasa takut ditolak, baik dalam konteks profesional maupun personal. 
 
Ketakutan ini bisa sangat melumpuhkan, menghalangi mereka untuk mengajukan ide, mencari kesempatan baru, atau bahkan menjalin hubungan sosial yang bermakna.

Psikologi evolusioner menjelaskan bahwa manusia secara alami takut penolakan karena pada zaman dulu, penolakan dari kelompok sosial bisa berarti bahaya fisik. 
 
Di dunia modern, penolakan tetap menimbulkan rasa sakit emosional yang nyata, terutama bagi mereka yang memiliki harga diri rendah.

4. Kekhawatiran Tentang Opini Orang Lain

Rasa khawatir berlebihan tentang apa yang dipikirkan orang lain dapat menghambat seseorang untuk menjadi dirinya sendiri dan mengambil keputusan yang autentik. 
 
Orang yang tidak berhasil sering kali merasa tertekan untuk memenuhi harapan atau standar orang lain.
 
Baca Juga: Generasi Sandwich yang Tumbuh dengan Merawat Orang Tua dan Adik-adiknya, Biasanya Memiliki 8 Kekuatan Unik Ini

Teori identitas sosial menyatakan bahwa identitas seseorang sangat dipengaruhi oleh kelompok sosial mereka. 
 
Orang yang tidak berhasil mungkin merasa identitas mereka terancam jika mereka tidak memenuhi ekspektasi kelompok, sehingga mereka merasa cemas tentang opini orang lain.

5. Takut Kehilangan Kontrol

Kehilangan kontrol atas situasi hidup mereka adalah sumber kekhawatiran besar bagi orang yang tidak berhasil. 
 
Mereka sering kali merasa tidak memiliki kendali atas nasib mereka sendiri, yang bisa menyebabkan perasaan tidak berdaya dan putus asa.

Menurut teori atribusi, orang yang merasa tidak berhasil cenderung memiliki atribusi eksternal, yaitu keyakinan bahwa hasil-hasil dalam hidup mereka lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar daripada usaha mereka sendiri. 
 
Ini menyebabkan perasaan kehilangan kontrol dan kecemasan yang terus-menerus.

6. Ketidakpastian Masa Depan

Ketidakpastian tentang masa depan adalah sumber kecemasan yang besar.
 
Orang yang merasa tidak berhasil sering kali merasa takut akan apa yang mungkin terjadi, dan ketidakpastian ini membuat mereka merasa tidak siap menghadapi tantangan yang mungkin datang.
 
Baca Juga: Mengintip Kehidupan Orang Sukses, Ini 5 Kebiasaan Kerja yang Dilakukan Orang Sukses dalam Sehari-hari!

Psikologi kognitif menunjukkan bahwa ketidakpastian bisa menjadi sangat mengganggu karena otak manusia cenderung mencari pola dan prediksi untuk merasa aman. 
 
Ketika seseorang merasa tidak berhasil, mereka mungkin merasa tidak mampu menghadapi ketidakpastian, yang menambah beban kecemasan mereka.

7. Ketidakmampuan Membuat Keputusan

Orang yang merasa tidak berhasil sering kali merasa sulit untuk membuat keputusan, karena mereka takut mengambil keputusan yang salah. 
 
Keraguan diri ini bisa sangat menghambat kemajuan, karena keputusan yang baik adalah kunci untuk mencapai tujuan.

Menurut teori pengambilan keputusan, orang yang merasa tidak berhasil sering kali mengalami paralisis analisis, yaitu ketidakmampuan untuk membuat keputusan karena terlalu banyak menganalisis opsi yang ada. 
 
Keraguan diri yang berlebihan membuat mereka takut mengambil langkah yang mungkin membawa mereka lebih dekat ke keberhasilan.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore