Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juni 2024 | 13.56 WIB

Anak yang Kurang Kasih Sayang, Biasanya Tumbuh dengan 8 Karakter Ini Saat Dewasa

Ilustrasi- Anak yang kurang kasih sayang dan tidak dicintai. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Anak yang kurang kasih sayang dan tidak dicintai. (Freepik)

JawaPos.com - Dampak dari kehidupan masa kecil kurang kasih sayang terhadap kehidupan dewasa seseorang tidak bisa diabaikan.

Bagi banyak orang, masa kecil yang tidak dihadirkan dengan rasa cinta dapat membentuk karakteristik yang berkelanjutan dalam kepribadian dewasa.

Kasih sayang dan rasa cinta di masa kecil, tentynya bukan sekedar mendapat pelukan atau kecupan, tetapi lebih dari perasaan tidak terlihat, tidak didengar, dan tidak dihargai.

Melansir Geediting, Sabtu (29/6), inilah delapan dampak dan karakteristik umum yang seringkali muncul pada orang dewasa yang merasa kurang dicintai saat masa anak-anak.

1. Sensitivitas yang Tinggi

Anak-anak yang merasa kurang dicintai sering mengembangkan sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan mereka.

Mereka terbiasa memperhatikan tanda-tanda penolakan atau bahaya sebagai cara bertahan hidup.

Sebagai orang dewasa, sensitivitas ini sering kali membuat mereka sangat peka terhadap kritik, yang bisa dianggap sebagai bukti bahwa mereka tidak dicintai.

Mereka juga cenderung sangat memperhatikan dan peka terhadap emosi serta kebutuhan orang lain, karena hal ini merupakan keterampilan adaptasi yang diperlukan saat mereka masih kecil untuk menghindari bahaya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak aman.

2. Sulit Mempercayai Orang Lain

Kesulitan mempercayai orang lain umumnya muncul karena pengalaman pengkhianatan oleh mereka yang seharusnya memberikan perlindungan dan kasih sayang.

Anak-anak yang merasa tidak dicintai sering kali tumbuh dengan rasa waspada terhadap niat orang lain, karena mereka telah belajar dari masa kecil bahwa orang-orang yang mereka percayai tidak selalu dapat diandalkan.

Sebagai orang dewasa, ini bisa berarti kesulitan untuk merasa rentan dan terbuka kepada orang lain, karena mereka selalu waspada dan menunggu untuk melihat apakah ada tanda-tanda pengkhianatan atau bahaya.

3. Kemandirian yang Kuat

Kemandirian yang kuat seringkali berkembang dari kebutuhan anak-anak yang merasa tidak dicintai untuk mengandalkan diri sendiri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore