Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 19.09 WIB

Ketahui Efek Jangka Panjang Memiliki Orang Tua Narsistik, Salah Satunya Terus Menyalahkan Diri Sendiri

Efek jangka panjang memiliki orang tua narsistik. - Image

Efek jangka panjang memiliki orang tua narsistik.

JawaPos.com – Masa kecil yang dihabiskan bersama orang tua narsistik dapat memberikan dampak signifikan dan bertahan lama pada emosional dan psikologis anak. Orang tua semacam ini sering kali mengutamakan kebutuhan dan keinginan pribadi mereka, sehingga membuat anak-anak merasa diabaikan dan tidak penting.

Akibatnya, anak-anak mungkin mempunyai harga diri yang rendah, selalu mencari pengakuan atau mengalami masalah dengan kepercayaan diri. Mereka bisa menjadi terlalu mandiri atau sangat bergantung saat berusaha mengatasi lingkungan yang tidak stabil, yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang mendadak dan manipulasi emosional.

Selain itu, anak-anak dari orang tua narsistik seringkali kesulitan dalam membentuk hubungan yang sehat, menetapkan batasan, dan mengekspresikan kebutuhan serta emosi mereka sendiri.

Menurut yang telah diwartakan YourTango, dampak hal ini bisa berlanjut hingga dewasa, sehingga sering kali diperlukan terapi dan kesadaran diri untuk menyembuhkan dan membangun hubungan yang lebih sehat.

Terus menerus menyalahkan diri sendiri

Orang tua narsistik mungkin melakukan kekerasan secara terang-terangan atau tidak, namun mereka hampir pasti tuli secara emosional, terlalu sibuk dengan masalah mereka sendiri untuk mendengarkan kepedihan kita.

Anak-anak yang emosional dan mendambakan cinta tidak bisa begitu saja meninggalkan keluarga mereka, sehingga mereka sering menyalahkan diri sendiri atas kekurangan yang ada, berharap dengan mengubah diri mereka, mereka akhirnya akan mendapatkan kasih sayang.

Sayangnya, anak-anak dari orang tua narsistik sering kali mengorbankan harga diri mereka demi mempertahankan secuil harapan akan cinta.

Menoleransi narsisme dalam hubungan yang lain

Orang tua narsistik yang meledak tanpa peringatan ketika anak berani mengungkapkan sebuah kebenaran akan memaksa anak-anak untuk mengecilkan diri mereka, seolah-olah memiliki harapan adalah sebuah tindakan yang egois.

Akibatnya, perilaku ini sering kali terulang dalam hubungan anak dimasa depan mereka, baik itu hubungan percintaan maupun profesional.

Menjadi tidak aman dengan hubungan sendiri

Pengabaian, pelecehan, atau ketidakhadiran emosional dari orang tua yang narsistik dapat membuat anak mempertanyakan keamanan dalam hubungan dengan orang lain.

Perasaan tidak aman dapat muncul, ketakutan dengan cara menutup diri dari orang lain dan kecemasan.

Menjadi miskin dalam sebuah hubungan

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore