
Efek jangka panjang memiliki orang tua narsistik.
JawaPos.com – Masa kecil yang dihabiskan bersama orang tua narsistik dapat memberikan dampak signifikan dan bertahan lama pada emosional dan psikologis anak. Orang tua semacam ini sering kali mengutamakan kebutuhan dan keinginan pribadi mereka, sehingga membuat anak-anak merasa diabaikan dan tidak penting.
Akibatnya, anak-anak mungkin mempunyai harga diri yang rendah, selalu mencari pengakuan atau mengalami masalah dengan kepercayaan diri. Mereka bisa menjadi terlalu mandiri atau sangat bergantung saat berusaha mengatasi lingkungan yang tidak stabil, yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang mendadak dan manipulasi emosional.
Selain itu, anak-anak dari orang tua narsistik seringkali kesulitan dalam membentuk hubungan yang sehat, menetapkan batasan, dan mengekspresikan kebutuhan serta emosi mereka sendiri.
Menurut yang telah diwartakan YourTango, dampak hal ini bisa berlanjut hingga dewasa, sehingga sering kali diperlukan terapi dan kesadaran diri untuk menyembuhkan dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Terus menerus menyalahkan diri sendiri
Orang tua narsistik mungkin melakukan kekerasan secara terang-terangan atau tidak, namun mereka hampir pasti tuli secara emosional, terlalu sibuk dengan masalah mereka sendiri untuk mendengarkan kepedihan kita.
Anak-anak yang emosional dan mendambakan cinta tidak bisa begitu saja meninggalkan keluarga mereka, sehingga mereka sering menyalahkan diri sendiri atas kekurangan yang ada, berharap dengan mengubah diri mereka, mereka akhirnya akan mendapatkan kasih sayang.
Sayangnya, anak-anak dari orang tua narsistik sering kali mengorbankan harga diri mereka demi mempertahankan secuil harapan akan cinta.
Menoleransi narsisme dalam hubungan yang lain
Orang tua narsistik yang meledak tanpa peringatan ketika anak berani mengungkapkan sebuah kebenaran akan memaksa anak-anak untuk mengecilkan diri mereka, seolah-olah memiliki harapan adalah sebuah tindakan yang egois.
Akibatnya, perilaku ini sering kali terulang dalam hubungan anak dimasa depan mereka, baik itu hubungan percintaan maupun profesional.
Menjadi tidak aman dengan hubungan sendiri
Pengabaian, pelecehan, atau ketidakhadiran emosional dari orang tua yang narsistik dapat membuat anak mempertanyakan keamanan dalam hubungan dengan orang lain.
Perasaan tidak aman dapat muncul, ketakutan dengan cara menutup diri dari orang lain dan kecemasan.
Menjadi miskin dalam sebuah hubungan

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
